Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa

Fabiola Febrinastri

Senin, 26 Agustus 2019 | 16:55 WIB
273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono. (Dok : Pos Indonesia)

Suara.com - 273 tahun bukan waktu yang singkat bagi PT Pos Indonesia (Persero) untuk hadir melayani seluruh kebutuhan Tanah Air. Perjalanan panjang tersebut telah mengasah pengalaman dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi segala bentuk rintangan dari masa ke masa.

Saat ini, di usia yang ke-273 tahun, Pos Indonesia tengah dihadapi pada tantangan disrupsi yang bisa dikatakan sudah memuncak. Namun demikian, perseroan tetap optimistis mampu membaca peluang dan potensi untuk menjadi relevan bagi kebutuhan bangsa, meskipun ada beberapa imbas disrupsi yang harus dihadapi secara realistis!

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono mengaku, di usia yang ke-273 tahun ini, Pos Indonesia tengah mengalami masa yang paling berat dalam sejarah. Saat ini, Pos Indonesia tengah berada pada puncak disrupsi.

“Artinya, di masa lalu, Pos Indonesia bukannya tak pernah melalui masa disrupsi, tapi di usia 273 tahun ini adalah puncaknya,” ujar lelaki kelahiran 10 Februari 1962 tersebut.

Metamorfosa terus-menerus bergulir, meskipun pada kenyataannya, berbagai tantangan mampu dilalui dengan baik, walau tak mudah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) orange ini mampu melewati berbagai fase perubahan zaman dengan tantangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan di zamannya.

Namun sekali lagi, faktanya hingga kini, Pos Indonesia masih berdiri kokoh menjalankan visinya, yaitu menjadi layanan pos universal dan menyediakan fasilitas koneksi bagi masyarakat, serta tanpa henti menghadirkan berbagai inovasi.

Lebih lanjut Gilarsi menegaskan, Pos Indonesia masih merasakan optimisme dalam tantangan disrupsi yang tengah memuncak saat ini. Tetapi, lanjutnya, ada beberapa hal bagi Pos Indonesia untuk mampu melihatnya secara realistis, karena banyak ditemukan tantangan yang tidak mudah untuk dilalui.

“Ke-273 tahun Pos Indonesia, it’s a mix feeling antara realita yang sangat berat dengan sebuah optimisme yang tetap ada,” ujarnya.

Tantangan Pos Indonesia
Apa yang tidak mudah bagi Pos Indonesia saat ini?

Gilarsi mengatakan, ada beban di masa lalu yang justru bisnis modelnya sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Artinya, banyak bisnis model yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman, yang segalanya kini begitu cepat dan mudah.

Logo Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia)
Logo Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia)

Sebagai contoh, bisnis Pos Indonesia yang digeluti hingga saat ini, yaitu kurir logistik dan jasa layanan keuangan, sudah tidak lagi berbasis pada aset dan tidak lagi berbasis pegawai tetap, namun berbasis pada kolaborasi atau bermitra.

“Misalnya pergudangan, model bisnisnya sudah seperti yang diimplementasikan oleh Air BnB, sementara itu dari sisi transportasi sudah diimplementasikan oleh Grab dan Gojek. Artinya, bisnis model yang dilakukan oleh Pos Indonesia adalah bisnis model yang sudah terlanjur salah, jika dilihat dari paradigm saat ini atau hari esok. Ini harus diakui sangat berat!” kata Gilarsi.

Kemudian dari sisi jasa layanan keuangan, lanjut Gilarsi, Pos Indonesia di masa lalu dibesarkan berbasis legacy model, dimana bank pun belum hadir masa itu. Sebut saja Wesel!

Transformasi yang dilakukan di masa lalu hanya berkutat pada hal yang itu-itu saja. Tidak pernah bertransformasi untuk mengantisipasi kehadiran teknologi yang sama sekali berbeda seperti saat ini.

“Bayangkan start up digital, tentunya berpikir dengan cara yang berbeda dengan legacy model seperti Pos Indonesia. Hal-hal seperti inilah yang harus diakui Pos Indonesia, berpikir realistis menghadapi perubahan tersebut,” tambah Gilarsi.

Bagaimana sisi optimisme Pos Indonesia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:02 WIB

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:26 WIB

Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia Dirikan Pos Rehat

Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia Dirikan Pos Rehat

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2019 | 10:23 WIB

Lawan Disrupsi, Inilah Potret Bisnis PT Pos Indonesia

Lawan Disrupsi, Inilah Potret Bisnis PT Pos Indonesia

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 09:00 WIB

Permudah Layanan, PT Pos Indonesia (Persero) Luncurkan PosGiro Mobile

Permudah Layanan, PT Pos Indonesia (Persero) Luncurkan PosGiro Mobile

Bisnis | Senin, 18 Maret 2019 | 16:23 WIB

Revolusi 4.0 PT Pos Indonesia (Persero) Tangkap Peluang Digital

Revolusi 4.0 PT Pos Indonesia (Persero) Tangkap Peluang Digital

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB