Ternyata Ada Lahan Milik Prabowo di Ibu Kota Baru, Dahlan Iskan: Saya Tahu

Iwan Supriyatna | Ria Rizki Nirmala Sari
Ternyata Ada Lahan Milik Prabowo di Ibu Kota Baru, Dahlan Iskan: Saya Tahu
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusia pimpin upacara HUT RI ke-74 di kantor Gerindra. (Suara.com/Ria Rizki).

Dahlan menyebut lahan itu bukan lagi milik ITCI melainkan milik Prabowo Subianto.

Suara.com - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut bahwa lokasi Ibu Kota baru yang dipilih Presiden Joko Widod (Jokowi) yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara adalah bekas Hak Pengusahaan Hutan ITCI (International Timber Corporation Indonesia). Dahlan menyebut lahan itu bukan lagi milik ITCI melainkan milik Prabowo Subianto.

Dahlan menyampaikan tanggapannya terkait lokasi daerah yang dipilih Jokowi untuk menjadi Ibu Kota baru. Dari 1970 dirinya pernah merasakan tinggal di Kalimantan Timur. Sedikitnya ia mengetahui soal kehidupan di sana.

"Saya tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi Ibu Kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu," kata Dahlan dalam keterangannya, Selasa (27/8/2019).

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara/Widodo S. Jusuf)
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara/Widodo S. Jusuf)

"Kini sudah jelas. Lokasi yang disebutkan Bapak Presiden meliputi dua kabupaten, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Berarti lokasi itu tepat di lengkung terdalam teluk tersebut. Persis di bekas Hak Pengusahaan Hutan ITCI," ucapnya.

Dahlan kemudian menjelaskan soal Balikpapan, daerah dengan sebutan kota minyak sejak zaman Belanda tersebut memiliki teluk Balikpapan.

Teluk itu sangat panjang dan menjorok masuk ke dalam daratan Kalimantan. Kota Balikapan berlokasi di mulut kanan teluk tersebut. Sedangkan lokasi Ibu Kota nantinya berada di kiri Teluk tersebut.

Seandainya teralisasikan, dari Ibu Kota baru itu nantinya masyarakat akan melihat cahaya gemerlap Kota Balikpapan. Lampu di atas bukit-bukit itu pun akan terlihat indah dicampur dengan lampu di pinggir pantai.

"Itu kalau ibu kotanya dibangun di dekat pantai. Air di teluk ini dalam. Tapi tenang. Tidak pernah terjadi pendangkalan. Tidak ada sungai besar yang bermuara di teluk itu," ujarnya.

Kemudian Dahlan menceritakan bahwa dulunya kawasan itu pernah disebut sebagai kawasan emas hijau lantaran kayu yang diperoleh dari hutan-hutan di sana bisa menghasilkan dolar yang begitu melimpah. Kayu berbentuk gelondongan itu diekspor melalui teluk yang disebutkannya tadi.

Kata Dahlan, dulu yang berhak untuk menebang hutan tersebut ialah perusahaan asing dari Amerika, ITCI namanya. Perusahaan itu berpusat di Oregon. Dirinya paham betul lantaran pernah merasakan hidup di sana.

Akan tetapi, pemilik lahan itu bukan lagi ITCI. Ia menyebutkan satu nama yang tak asing lagi. Yakni Prabowo Subianto.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto. Tapi masih ada tambang-tambang batu bara di sekitarnya," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS