Kementan : Penyediaan Air Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pangan

Fabiola Febrinastri

Rabu, 11 September 2019 | 08:46 WIB
Kementan : Penyediaan Air Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pangan
Petani di Desa Sindangkerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, membuat sodetan sungai agar air mengalir ke sawah-sawah mereka. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, penyediaan air irigasi bagi tanaman padi menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan. Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, ada 5 pilar Modernisasi Irigasi, yaitu keandalan suplai air, keandalan jaringan irigasi, manajemen air, kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).

"P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara lebih mandiri terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani," katanya, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, untuk mendongkrak peningkatan produksi pangan secara signifikan.

"Saat ini, penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan, diantaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian," kata Sarwo.

Dari penyediaan sarana dan prasarana tersebut, tambahnya, secara kuantitas mengalami peningkatan. Begitu pula dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, yang sudah dilaksanakan mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

"Namun saat ini, yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan jaringan yang berjalan secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan," ujar Sarwo.

Dia menjelaskan, P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang andal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi. Lembaga ini secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani, sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya.

"Jadi wajar jika kemudian Kementan merasakan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air sebagai ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan," katanya.

baca juga

Pentingnya peran P3A disebutkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2004. Petani diberi wewenang dan tanggungjawab pemeliharaan di tingkat usaha tani.

Selain itu, pentingnya penguatan atau pemberdayaan petani pemakai air juga tertulis dalam regulasi khusus, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007, yang mengamanatkan pembinaan dan pemberdayaan P3A menjadi tanggung jawab instansi pemerintah daerah yang membidangi ketahanan pangan.

"Dalam hal ini antara lain dinas atau instansi pemerintah lingkup pertanian sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah," ungkapnya.

Salah satu contoh P3A yang mampu mengatasi keterbatasan ketersediaan air adalah P3A Laksono Warih, di Kabupaten Bantul. Yang menarik dari kelompok ini, upaya mengelola air irigasi yang bersumber dari air tanah, karena kelompok ini berada di luar sistem irigasi.

"Meski air sangat terbatas, karena posisinya di wilayah dataran tinggi dan kering. Selama ini mereka hanya berharap air hujan sebagai sumber airnya. Namun dengan memanfaatkan sumber air tanah dan pengelolaan kelembagaan yang mencakup area seluas 125 hektare ini mampu mengatasi kesulitan air, terutama pada saat musim kemarau," paparnya.

Kelompok ini secara swadaya mengembangkan jaringan irigasi yang sederhana untuk mengalirkan air pada saat hujan. Di setiap petakan sawah, anggota kelompok diwajibkan membangun tampungan air berukuran 50 x 50 x 50 centimeter, minimal 2 unit untuk menampung air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Petani Serasi Sebaiknya Ikut dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Kementan : Petani Serasi Sebaiknya Ikut dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Selasa, 10 September 2019 | 11:53 WIB

Tingkatkan Profesionalisme, Pemerintah Tetapkan Jabatan Pengawas Alsintan

Tingkatkan Profesionalisme, Pemerintah Tetapkan Jabatan Pengawas Alsintan

Bisnis | Senin, 09 September 2019 | 09:01 WIB

Kementan Jamin Petani Tak Kesulitan Dapatkan Kartu Tani

Kementan Jamin Petani Tak Kesulitan Dapatkan Kartu Tani

Bisnis | Jum'at, 06 September 2019 | 10:35 WIB

Efektifkan Informasi, Kementan Gelar Workshop Program Perluasan Areal

Efektifkan Informasi, Kementan Gelar Workshop Program Perluasan Areal

Bisnis | Jum'at, 06 September 2019 | 09:30 WIB

Kementan dan Pemprov Sumut Optimistis Mampu Tingkatkan Produksi Padi

Kementan dan Pemprov Sumut Optimistis Mampu Tingkatkan Produksi Padi

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 09:08 WIB

Percepat Target Produksi, Kementan Terapkan Teknologi 4.0

Percepat Target Produksi, Kementan Terapkan Teknologi 4.0

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×