Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Disukai di Jepang, Pasar Ekspor Talas Asal Banten Terbuka Lebar

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 27 September 2019 | 11:01 WIB
Disukai di Jepang, Pasar Ekspor Talas Asal Banten Terbuka Lebar
"Si Beneng", talas asal Banten. (Dok: Kementan).

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan), hingga saat ini masih konsisten mendorong pengembangan budi daya talas (colocasia esculentum) sebagai bahan baku ekspor. Pasar ekspor talas yang masih terbuka lebar, menjadi alasan utama pemerintah bersemangat kembangkan budi daya talas, salah satunya "Si Beneng", talas asal Banten.

Kepala Subdirektorat Ubikayu dan Aneka Umbi Lainnya, Cornelia mengatakan, talas merupakan komoditas pangan alternatif yang mulai populer dikembangkan di Indonesia, karena memiliki nilai dan prospek ekonomi yang cukup bagus. Secara  khusus, talas diekspor ke Jepang.

Pangsa pasar talas di Jepang masih terbuka lebar, karena semakin menyempitnya lahan pertanian di sana.

“Jepang hanya bisa memenuhi 250 ribu ton per tahun, atau 65,7 persen dari total kebutuhan per tahun sebesar 380 ribu ton. Ini sebenarnya peluang kita untuk mengembangkan talas yang beorientasi ekspor. Kita dorong terus petani, agar mulai meningkatkan nilai tambah talas,” katanya di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Jenis umbi-umbian ini memiliki sebutan lain di setiap daerah, diantaranya Empeu (Aceh), Bete (Manado dan Ternate), Paco (Makassar) dan Kaladi (Ambon). Berbeda dengan talas pada umumnya, Talas Beneng asal Pandeglang Banten ini memiliki ukuran yang lebih jumbo dari talas biasa, dengan tinggi tanaman yang dapat mencapai lebih dari 2 meter.

Tanaman dengan nama latin Xantoshoma undipes K. Koch ini baru mulai dikenal banyak orang sejak  2008. 

Satibi, Ketua Kelompok Tani Sido Muncul 3, yang merupakan salah satu pembudidaya Si Beneng menyatakan, menanam umbi talas tidaklah rumit dan lebih menguntungkan. Ia biasa nanam Si Beneng di bawah tanaman lain dan di lereng bukit.

Setelah tanam, petani biasanya meninggalkannya begitu saja untuk urus tanaman yang lain, karena Si Beneng tidak terpengaruh curah hujan yang sudah jarang, seperti sekarang ini. 

“Perbedaan Si Beneng dengan talas lainnya, adalah umbi batang yang dipanen berukuran panjang dan besar serta berada di atas permukaan tanah. Pada talas biasa, umbi batang yang dipanen adalah umbi yang terpendam di dalam tanah,” katanya.

baca juga

Dudi Supriyadi, penyuluh di Kabupaten Pandeglang Banten menjelaskan, panjang umbi Si Beneng yang siap dipanen bisa mencapai 1,2 sampai 1,5 meter, dan bobotnya sekitar 35 hingga 45 kilogram jika dipanen saat berumur 2 tahun. Namun biasanya, petani di Banten memanen saat umur 6 hingga 8 bulan.

Setelah umbi dipanen, kelompok wanita tani (KWT) dan UMKM sekitar akan mengolah umbi tersebut untuk meningkatkan nilai tambah Si Beneng. 

“Si Beneng banyak dibudidayakan di Kecamatan Karang tanjung, Pandeglang, Majasari, Kadu Hejo, Mandalawangi, Saketi, Menes, Pulosari, Jiput, Carita, Cisata, dan Cadasari, Kabupaten Pandeglang Banten. Hingga saat ini, budi daya Si Beneng masih terus dimaksimalkan, karena melihat potensi dan permintaan pasar”, jelas Dudi, yang juga dikenal sebagai penggiat Talas Beneng.

Menurut lelaki yang dikenal sebagai penggiat Talas Beneng ini, Si Beneng umumnya dipasarkan ke masyarakat dalam bentuk segar atau olahan berupa keripik talas. Sementara untuk tepung talas beneng akan diolah menjadi donat talas, mi talas, ice cream talas, brownies talas dan aneka kue kering.

Hingga saat ini, lanjut Dudi, produksi Si Beneng per bulan di Kabupaten Pandeglang dapat mencapai 28 ton per bulan dan dijual dalam bentuk tepung ke area Jabodetabek sekitar 3 sampai 4 ton per bulan. Sementara untuk bentuk segar dipasarkan ke Malang untuk diekspor ke Belanda, dengan volume 16 sampai 20 ton per bulannya. 

“Potensi Talas Beneng untuk dikembangkan masih sangat besar, terutama untuk aneka pangan lokal, yang saat ini sedang banyak berkembang dan menggunakan talas sebagai bahan bakunya. Talas jenis ini mengandung protein yang lebih tinggi dan memiliki warna kuning yang menarik, sehingga menjadi ciri tersendiri yang tidak dimiliki talas lain,” terangnya.

Dudi menambahkan, Si Beneng merupakan sebagai salah satu pangan alternatif potensial yang kebutuhan domestiknya mencapai 3 sampai 10 ton per bulan untuk produk tepung talas beneng, dan 30 ton per bulan dalam bentuk umbi segar untuk memenuhi permintaan ekspor ke Belanda melalui pengerajin di Malang.

Potensi peningkatan produksi sangat dimungkinkan, karena permintaan pasar belum dapat dipenuhi secara maksimal. 

“Saat ini, petani memerlukan dukungan pemerintah melalui bantuan sarana produksi pertanian untuk meningkatkan produksi Si Beneng,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Kabupaten Tabanan Telah Terbitkan 21 Ribu Kartu Tani

Pemerintah Kabupaten Tabanan Telah Terbitkan 21 Ribu Kartu Tani

Bisnis | Jum'at, 27 September 2019 | 09:13 WIB

Mentan Bertemu Para Peternak dan Makan Lesehan Bersama

Mentan Bertemu Para Peternak dan Makan Lesehan Bersama

Bisnis | Kamis, 26 September 2019 | 14:57 WIB

Mentan Temui Peternak yang Bersiap Demonstrasi di Depan Kantornya

Mentan Temui Peternak yang Bersiap Demonstrasi di Depan Kantornya

Bisnis | Kamis, 26 September 2019 | 13:51 WIB

Kementan Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Kementan Minta Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Bisnis | Kamis, 26 September 2019 | 10:01 WIB

Mentan Gelar Sosialisasi Undang-Undang Baru dengan Para Petani

Mentan Gelar Sosialisasi Undang-Undang Baru dengan Para Petani

News | Kamis, 26 September 2019 | 09:46 WIB

Lulusan IPB Diharapkan Mampu Tingkatkan SDM Pertanian Indonesia

Lulusan IPB Diharapkan Mampu Tingkatkan SDM Pertanian Indonesia

News | Kamis, 26 September 2019 | 09:31 WIB

Terkini

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB