Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Benarkah Harga Minyak Goreng Curah Lebih Mahal?

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 Oktober 2019 | 11:55 WIB
Benarkah Harga Minyak Goreng Curah Lebih Mahal?
Ilustrasi minyak goreng (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan melarang peredaran minyak goreng curah mulai 1 Januari 2020. Selain alasan kesehatan, alasan pelarangan ini karena harga minyak goreng curah lebih mahal dari pada kemasan. Benarkah?

Untuk membuktikannya, Suara.com mencoba menelusuri kebenaran hal tersebut di Pasar Buncit, Jakarta Selatan Selasa (8/10/2019).

Ternyata harga minyak goreng curah di pasar ini Rp 11 ribu/Kg harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan bermerek yang di banderol Rp 14 ribu/Kg.

"Saya sih belum dengar (pelarangan minyak goreng curah), tapi memang biasanya yang membeli disini rata-rata pedagang yang pakai minyak dengan jumlah banyak, seperti pedagang pecel ayam, tukang gorengan," kata Muhlisin pedagang minyak di Pasar Buncit saat berbincang dengan Suara.com.

Muhlisin bilang, minyak goreng curah yang dijualnya ini merupakan minyak goreng yang bukan berasal dari daur ulang, tapi minyak yang berasal dari pabrik.

"Saya dapat minyak ini dari pabrik, mereknya Bimoli, Filma, kita memang takerin lagi ke seperempat, setengah kilo, sekilo. Ini minyak bagus bukan minyak bekas," katanya.

Muhlisin menjelaskan kalau seandainya minyak goreng curah dilarang, dirinya tak mempersalahkan, tapi dirinya mengaku kasihan dengan pedagang kecil yang mencari minyak goreng dengan harga yang murah dan rata-rata mereka adalah pedagang.

"Saya sih engga masalah, karena saya pasti naikkan harga, tapi kan kasian pembeli jadi mahal, beli minyak yang kemasan berarti lebih mahal. Kalau saya sih jual oke-oke saja," katanya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan.

baca juga

Namun bukan tanpa alasan Kemendag melarang peredaran minyak goreng curah. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, minyak goreng curah tak sehat untuk dikonsumsi.

"Yang minyak goreng curah itu tidak akan jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis," kata Enggar saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Minggu (6/10/2019).

Maka dari itu Enggar meminta kepada produsen untuk tidak menyuplai kembali minyak goreng untuk dijual secara curah.

"Jadi tidak lagi suplai minyak goreng curah. Alasan pertama karena kesehatan," kata dia.

Ia berharap, produsen bisa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.

"Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat," tandas Enggar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Ukuran Bakwan Cs Makin Kecil

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Ukuran Bakwan Cs Makin Kecil

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:19 WIB

Mendag Tak Jamin Makanan yang Dimasak Pakai Minyak Goreng Curah Halal

Mendag Tak Jamin Makanan yang Dimasak Pakai Minyak Goreng Curah Halal

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:01 WIB

Mendag Sebut Per 1 Januari 2020, Minyak Goreng Kemasan Ada di Pelosok Desa

Mendag Sebut Per 1 Januari 2020, Minyak Goreng Kemasan Ada di Pelosok Desa

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 17:52 WIB

Terkini

Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato

Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Ada Skenario BI dan BRICS yang Disiapkan untuk Mengubah Peta Ekonomi Dunia

Ada Skenario BI dan BRICS yang Disiapkan untuk Mengubah Peta Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Jakarta Hampir 3 Pekan Tak Hujan, Modifikasi Cuaca Terkendala Minim Awan

Jakarta Hampir 3 Pekan Tak Hujan, Modifikasi Cuaca Terkendala Minim Awan

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi Meluncur: Bawa Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, dan Baterai 6.500 mAh

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi Meluncur: Bawa Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, dan Baterai 6.500 mAh

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan

Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah

Pasar Saham Pekan Ini Variatif, Kapitalisasi BEI Naik tapi Transaksi dan Volume Melemah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

×