Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Benarkah Harga Minyak Goreng Curah Lebih Mahal?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 08 Oktober 2019 | 11:55 WIB
Benarkah Harga Minyak Goreng Curah Lebih Mahal?
Ilustrasi minyak goreng (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan melarang peredaran minyak goreng curah mulai 1 Januari 2020. Selain alasan kesehatan, alasan pelarangan ini karena harga minyak goreng curah lebih mahal dari pada kemasan. Benarkah?

Untuk membuktikannya, Suara.com mencoba menelusuri kebenaran hal tersebut di Pasar Buncit, Jakarta Selatan Selasa (8/10/2019).

Ternyata harga minyak goreng curah di pasar ini Rp 11 ribu/Kg harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan bermerek yang di banderol Rp 14 ribu/Kg.

"Saya sih belum dengar (pelarangan minyak goreng curah), tapi memang biasanya yang membeli disini rata-rata pedagang yang pakai minyak dengan jumlah banyak, seperti pedagang pecel ayam, tukang gorengan," kata Muhlisin pedagang minyak di Pasar Buncit saat berbincang dengan Suara.com.

Muhlisin bilang, minyak goreng curah yang dijualnya ini merupakan minyak goreng yang bukan berasal dari daur ulang, tapi minyak yang berasal dari pabrik.

"Saya dapat minyak ini dari pabrik, mereknya Bimoli, Filma, kita memang takerin lagi ke seperempat, setengah kilo, sekilo. Ini minyak bagus bukan minyak bekas," katanya.

Muhlisin menjelaskan kalau seandainya minyak goreng curah dilarang, dirinya tak mempersalahkan, tapi dirinya mengaku kasihan dengan pedagang kecil yang mencari minyak goreng dengan harga yang murah dan rata-rata mereka adalah pedagang.

"Saya sih engga masalah, karena saya pasti naikkan harga, tapi kan kasian pembeli jadi mahal, beli minyak yang kemasan berarti lebih mahal. Kalau saya sih jual oke-oke saja," katanya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan.

Namun bukan tanpa alasan Kemendag melarang peredaran minyak goreng curah. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, minyak goreng curah tak sehat untuk dikonsumsi.

"Yang minyak goreng curah itu tidak akan jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis," kata Enggar saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Minggu (6/10/2019).

Maka dari itu Enggar meminta kepada produsen untuk tidak menyuplai kembali minyak goreng untuk dijual secara curah.

"Jadi tidak lagi suplai minyak goreng curah. Alasan pertama karena kesehatan," kata dia.

Ia berharap, produsen bisa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.

"Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat," tandas Enggar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Ukuran Bakwan Cs Makin Kecil

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Ukuran Bakwan Cs Makin Kecil

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:19 WIB

Mendag Tak Jamin Makanan yang Dimasak Pakai Minyak Goreng Curah Halal

Mendag Tak Jamin Makanan yang Dimasak Pakai Minyak Goreng Curah Halal

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:01 WIB

Mendag Sebut Per 1 Januari 2020, Minyak Goreng Kemasan Ada di Pelosok Desa

Mendag Sebut Per 1 Januari 2020, Minyak Goreng Kemasan Ada di Pelosok Desa

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 17:52 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB