Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran

Iwan Supriyatna

Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:41 WIB
Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran
Ilustrasi para pencari kerja di Balai Kartini, Jakarta.

Suara.com - Pengembangan pendidikan vokasi dengan melibatkan kerjasama institusi pemerintah dan pihak swasta merupakan langkah konkrit perubahan menuju kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia.

Untuk mendukung langkah tersebut APII (Association of Polytechnics and Industry Indonesia) menggelar 1st Indonesia Vocational Education and Training Summit 2019.

Chairman APII, Ismet P. Ilyas mengatakan, dengan seminar ini diharapkan baik para pelaku industri dan Politeknik mendapatkan keuntungan informasi dan pengetahuan baru, sehingga pada akhirnya bertujuan menekan angka pengangguran dan kelangkaan sumber daya manusia bidang industri yang berkeahlian (skilled) dan profesional.

"Sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo bahwa bangsa ini akan membangun pendidikan vokasi untuk lima tahun ke depan. Seiring dengan rencana tersebut, kami mencoba memfasilitasi pihak-pihak yang ingin mendapatkan informasi dan mendalami tentang pendidikan vokasi sehingga ini semua menjadi manfaat untuk meningkatkan SDM di Indonesia sehingga dapat disejajarkan dengan negara maju," kata Ismet dalam siaran persnya, Kamis (10/10/2019).

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan, bahwa jumlah pendidikan tinggi antara politeknik dengan universitas di Indonesia masih jauh berbeda.

Tidak tanggung-tanggung, perbedaan itu mencapai lebih dari 80 persen. Dimana jumlah politeknik di Indonesia hanya ada 300 dari 4.760 perguruan tinggi yang ada.

"Padahal, jika mengacu pada negara-negara maju, angka politeknik dan universitas harus seimbang keberadaannya. Artinya, Indonesia masih kekurangan 2.075 politeknik dari 300 politeknik yang ada. Standar negara maju itu seimbang. Kalau perguruan tinggi kita sekarang ada 4.760, berarti idealnya kita kurang 2.075 dari 300 politeknik yang ada," katanya.

Patdono menuturkan, berdasarkan data Kemenristekdikti, butuh waktu sekitar 800 tahun untuk menyeimbangkan keberadaan politeknik dengan universitas. Bahkan saat ini hanya terdapat 2 hingga 3 pengajuan pembangunan politeknik per tahun.

Ini pun pembangunan itu hanya dilakukan oleh Kementerian dan industri. Dan pihak swasta tidak berani membangun karena memakan biaya yang mahal.

baca juga

Dan hal ini, katanya, diperparah dengan mahalnya membangun politeknik. Membangun satu politeknik itu dibutuhkan dana Rp 300 miliar karena 70 persennya harus praktik, mau enggak mau buat banyak laboratorium. Sedangkan kalau universitas hanya membutuhkan dana Rp 30 miliar.

"Tidak hanya itu, saat ini tidak banyak orang yang mampu yang menginginkan anaknya berkuliah di politeknik. Sebab, selama ini industri membedakan lulusan politeknik dengan lulusan universitas," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi, Munarman Belum Lihat Rekaman CCTV Masjid

Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi, Munarman Belum Lihat Rekaman CCTV Masjid

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 23:46 WIB

Alami Stroke dan Diabetes, Sekretaris PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan

Alami Stroke dan Diabetes, Sekretaris PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 22:45 WIB

Munarman Bakal Dikonfrontir dengan Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng

Munarman Bakal Dikonfrontir dengan Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 21:37 WIB

Terkini

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 22:51 WIB

Wapres Gibran Ikut Disadap Listyo Sigit Prabowo? Yusril: Hanya Allah yang Tahu

Wapres Gibran Ikut Disadap Listyo Sigit Prabowo? Yusril: Hanya Allah yang Tahu

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:49 WIB

×