Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah Perluas Penanaman Kakao

Fabiola Febrinastri

Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:46 WIB
Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah Perluas Penanaman Kakao
Ilustrasi tanaman kakao. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan daya saing kakao rakyat, pemerintah mengembangkan kakao berkelanjutan di lahan seluas 477 ribu hektare pada 2019. Pengembangan kakao dilakukan melalui kegiatan utama perluasan, peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi.

Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Kasdi Subagyono megatakan, tahun ini telah dialokasikan pengembangan kakao seluas 7.730 hektare melalui kegiatan peremajaan dan perluasan yang didukung operasional substation dan pilot project fertigasi kakao. Selain itu juga telah diluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khusus perkebunan untuk mendorong petani/pekebun dalam mengembangkan budidaya kakao.

Menurutnya, ada beberapa faktor pendukung potensi kakao di Tanah Air, sehingga bisa ditingkatkan produksi dan kualitasnya. Indonesia memiliki areal lahan cukup luas yang sesuai untuk kakao.

Faktor lainnya, minat pekebun cukup tinggi dan tersedianya bahan tanam unggul.

"Dalam pengembangan kakao juga ada dukungan paket teknologi dari pemerintah dan tersedianya SDM peneliti yang berkualitas," ujarnya.

Kasdi melihat, kakao juga menjadi komoditas sosial. Artinya, usaha perkebunan kakao tersebut hampir 97 persen diusahakan perkebunan rakyat yang melibatkan sekitar 1,7 juta kepala keluarga (KK).

Bukan hanya itu, komoditas kakao juga mempunyai nilai ekonomis tinggi karena memberikan sumbangan dalam perolehan devisa sebesar 1,24 miliar dollar AS.

Lantaran memiliki potensi ekonomi besar dan sebagai penghasil devisa negara, pemerintah terus mendorong kinerja kakao nasional dengan cara meningkatkan produktivitas kakao yang di tanam pekebun.

"Kalau dipandang dari aspek agribisnis, performance komoditas kakao cukup prospektif. Saaat ini tren pertumbuhan konsumsi dunia cenderung meningkat signifikan," kata Kasdi.

baca juga

Bahkan menurut Kasdi, komoditas kakao memiliki potensi pasar lokal luar biasa. Peluang pasar ekspornya juga besar.

Sejumlah negara seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Asia (Singapura dan Malaysia), dan sejumlah negara lain seperti Timur Tengah juga meminati produk kakao Indonesia.

"Sayangnya yang dijual atau diekspor itu sebagian besar berupa biji kakao. Padahal, petani bisa menjual kakao yang sudah diolah, sehingga bisa mendapat nilai tambah," papar Kasdi

Naik Tiga Kali Lipat
Untuk meningkatkan produktivitas kakao, pemerintah akan mendorongnya penggunaan bibit unggul. Di hulu sudah disiapkan benih unggul yang potensi produksinya bisa 3 kali lipat dibanding saat ini.

"Di hulu akan kita dorong melalui program BUN 500 untuk lima tahun ke depan," ujarnya.

Menurut Kasdi, kebun benih unggul tersebut akan dibangun di sekitar kawasan perkebunan (kakao). Dengan cara tersebut, petani atau pekebun akan lebih mudah mendapatkan benih unggul.

"Apabila ketersediaan bibitnya dikembangkan di sekitar sentra kebun rakyat, budidayanya akan lebih efisien. Dengan begitu, petani ke depan akan mampu bersaing," ujarnya.

Kasdi mengakui, budi daya kakao di hulu maupun hilir juga perlu ditangani lebih intensif, terintegrasi dan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar segenap stakeholder selalu waspada terhadap perubahan perilaku OPT, sebagai dampak dari perubahan iklim.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah, diantaranya serangan OPT dan belum diimplementasikannya Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten, terjadinya degradasi tanah, rendahnya penanganan pasca panen dan sebagian besar biji kakao belum difermentasi.

Apalagi dari luasan kebun kakao yang dikelola petani sudah banyak tanaman yang sudah tua dan tidak produktif, sehingga perlu penanganan khusus. Begitu juga dengan kurangnya intensitas pemeliharaan kebun, terutama perkebunan rakyat, juga perlu diperhatikan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Pemulihan Bencana di Sinabung, Kementan Beri Bantuan Benih Jagung

Percepat Pemulihan Bencana di Sinabung, Kementan Beri Bantuan Benih Jagung

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:37 WIB

Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus

Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:17 WIB

Perteta : Mentan Andi Amran Bapak Mekanisasi Indonesia

Perteta : Mentan Andi Amran Bapak Mekanisasi Indonesia

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 17:34 WIB

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:45 WIB

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:08 WIB

Terkini

5 Mix and Match Outfit Santai ala Kim Young Kwang, Dijamin Nyaman Seharian!

5 Mix and Match Outfit Santai ala Kim Young Kwang, Dijamin Nyaman Seharian!

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri

Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Viral Diduga Dua Pemain Bangladesh di Klub Malam Jakarta Usai Dibantai Timnas Indonesia

Viral Diduga Dua Pemain Bangladesh di Klub Malam Jakarta Usai Dibantai Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Makan Siang Hemat di Sarinah? Manfaatkan Promo BRImo Ini Selama 2026

Makan Siang Hemat di Sarinah? Manfaatkan Promo BRImo Ini Selama 2026

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?

Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban

Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Ketika Lapangan Kerja Formal Menyempit, Sektor Informal jadi Tumpuan Hidup

Ketika Lapangan Kerja Formal Menyempit, Sektor Informal jadi Tumpuan Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Tekanan Bumi Terus Menumpuk di Sumatera, Ahli Ingatkan Ancaman Gempa Megathrust M8,9

Tekanan Bumi Terus Menumpuk di Sumatera, Ahli Ingatkan Ancaman Gempa Megathrust M8,9

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Malaysia Lepas Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026? Dion Cools Cabut, Faisal Halim Absen

Malaysia Lepas Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026? Dion Cools Cabut, Faisal Halim Absen

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rayakan HUT ke 45, Paguyuban Warkaban Bantul Meriahkan CFD Bekasi

Rayakan HUT ke 45, Paguyuban Warkaban Bantul Meriahkan CFD Bekasi

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:57 WIB

×