Bakal Restrukturisasi, Ini Sisa Utang yang Dimiliki Merpati Airlines

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Bakal Restrukturisasi, Ini Sisa Utang yang Dimiliki Merpati Airlines
Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Eka Nugraha. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Eka Nugraha merasa optimis dengan adanya bantuan dari para perusahaan BUMN menghidupkan kembali bisnis maskapai.

Suara.com - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan aktif kembali menjalankan bisnisnya, setelah 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbondong-bondong membantu Merpati Airlines jalan kembali.

Namun sebelum aktif, Merpati masih menyisakan utang. Setelah masuk Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada tahun 2014 silam, Merpati masih mempunyai utang senilai Rp 10,95 triliun.

Namun setelah beberapa kali sidang PKPU, utang Merpati Airlines kepada kredit menyusut jadi Rp 6 triliun, setelah dalam sidang itu menghapus beban bunga sebesar Rp 4,4 triliun.

"Posisi utang kita sekitar Rp 6 triliun. Pengadilan PKPU berhasil menghapuskan bunga. Itu sendiri Rp 4,4 triliun," kata Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Eka Nugraha saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Meski begitu, Asep merasa optimis dengan adanya bantuan dari para perusahaan BUMN menghidupkan kembali bisnis maskapai.

Dia pun meyakini, dengan adanya bantuan dari para BUMN tersebut, maskapai bisa melunaskan utangnya dan keuangannya berbalik menjadi hijau kembali.

"Itu belum menyentuh bisnis, belum menyentuh structuring komposisi saham pascahomologasi. Kalau episode itu tersentuh, insyaAllah buku (keuangan) Merpati makin baik lagi," ucap dia.

Sebelumnya, Merpati Nusantara Airlines kembali bangkit dari mati surinya setelah para perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu restruturisasi. Terdapat 10 BUMN yang ikut dalam restrukturisasi tersebut.

Sepuluh BUMN tersebut yakni Garuda Indonesia Group, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri dari Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Adapun kerja sama operasi yang dilakukan antara Garuda Indonesia dan Merpati berupa, kerja sama dalam bidang Pelayanan Kargo Udara, Ground Handling, Maintenance Repair & Overhaul (MRO) dan Training Center.

Sedangkan, Garuda Indonesia Group bersama dengan beberapa BUMN lainnya seperti Semen Indonesia, Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PLN akan mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang (kargo) di wilayah Papua.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS