alexametrics

Erick Thohir Tak Masalah BUMN Punya Utang Banyak

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Erick Thohir Tak Masalah BUMN Punya Utang Banyak
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

"Kita jangan terjebak juga hutang itu salah."

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak mempermasalahkan banyaknya utang yang dimiliki perusahaan-perusahaan BUMN.

Menurutnya, jika utang tersebut digunakan untuk hal produktif maka, hal tersebut harusnya tidak dipermasalahkan banyak pihak.

"Kita jangan terjebak juga hutang itu salah, tapi kalau utang itu bermanfaat dan bisa menjadikan cash flow atau pendapatn yang baik, saya rasa engga salah," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Untuk diketahui, utang BUMN telah mengalami kenaikan cukup tinggi pada tahun ini. Pada periode Januari-Juli 2019 saja, utang BUMN naik 13,8 persen atau sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Baca Juga: Kalangan Militer Isi Kursi Menag, PPP: Jokowi Mau Keluar Pakem Tradisional

Erick Thohir mengaku bakal bekerja keras memenuhi target yang telah ditentukan. Salah satunya menaikkan kelas perusahaan-perusahaan BUMN.

Bahkan jika dalam 100 hari tak mencapai target yang ditetapkan, maka ia siap untuk dicopot dari jabatan menteri.

"Saya punya KPI yang harus dicapai selama tiga bulan dan statement ini juga disampaikan beliau bahwa semua menteri harus dicopot. Dan saya sangat siap dicopot," jelas dia.

Selain menaikkan kelas, mantan Presiden Klub Sepak Bola Inter Milan itu juga bakal membawa perusahaan-perusahaan BUMN jadi pemain global.

"Saya juga berharap tentu kita membangun ekosistem yang sehat BUMN-BUMN dimana tidak lain tadi untuk kolaborasi yang seperti tadi ibu sampaikan atau Pak Presiden sampaikan hari ini kita tidak hanya bisa jago kandang tapi juga jadi pemain global," ucap dia.

Baca Juga: Prabowo Jadi Menhan Jokowi, Begini Nasib Gerindra dan PKS di Pilkada Depok

Komentar