Ekonomi Global Anjlok Jika Perang Dagang AS-China Berlanjut

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Ekonomi Global Anjlok Jika Perang Dagang AS-China Berlanjut
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo bisa saja pertumbuhan ekonomi dunia di bawah level 3 persen.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bakal anjlok pada tahun depan. Hal ini bisa terjadi jika perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China terus berlangsung.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo bisa saja pertumbuhan ekonomi dunia di bawah level 3 persen.

"Kalau BI perkirakan PE dunia 3 persen tahun depan 3,1 persen. Tapi kalau perang dagang ini berlanjut tahun depan bisa saja di bawah 3 persen, bisa 2,9 persen tergantung kelanjutan perang dagang," kata Perry saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta Selasa (29/10/2019).

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ini menuturkan, perang dagang telah berdampak kemana-mana. Terutama, berdampak pada sumber pendapatan beberapa negara dari ekspor yang menurun akibat perang dagang.

"Dampaknya tidak hanya perekonomian dunia melambat tetapi juga sumber pertumbuhan perdagangan internasional dan juga harga komoditas berdampak tidak menguntungkan terhadap berbagai negara dan Indonesia," jelas dia.

Maka dari itu, Perry berharap, adanya suatu kesepakatan antara dua negara ekonomi terbesar itu untuk bisa menyelesaikan perang dagang. Sehingga, tambahnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bergerak naik.

"Kita tentu saja mengharapkan dan menantikan kesepakatan-kesepakatan yang sedang berlangsung antara AS dan China mengenai perang dagang," pungkas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS