Atalla Indonesia, Produsen Kacamata Tanah Air Ini Dukung Industri Halal

Iwan Supriyatna

Selasa, 05 November 2019 | 17:43 WIB
Atalla Indonesia, Produsen Kacamata Tanah Air Ini Dukung Industri Halal
PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi kacamata memiliki inisiatif untuk memproduksi kacamata bersertifikasi halal.

Suara.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Berdasarkan data Globalreligiusfuture, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi.

Mengonsumsi makanan dan menggunakan produk-produk halal tentu sangat penting bagi kehidupan sehari hari seorang muslim.

Seperti yang kita ketahui, jika suatu produk memiliki logo Halal tentulah produk tersebut baik, higienis, dan terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi atau digunakan.

Terlebih, mulai tahun ini pemerintah telah mewajibkan produk makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan benda-benda lain untuk mulai memilki sertifikasi Halal, sesuai amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Berdasarkan kebijakan tersebut, berbagai produk wajib bersertifikat halal per 17 Oktober 2019 atau mulai 5 (lima) tahun setelah UU tersebut disahkan dan untuk selanjutnya Indonesia akan menuju kepada Industri Halal 2024.

Guna mendukung program pemerintah tersebut, PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi kacamata memiliki inisiatif untuk memproduksi kacamata bersertifikasi halal.

Acara peluncuran produk kacamata halal Atalla yang menggunakan slogan “Halal itu Baik” dan pertama kalinya ada di Indonesia, diadakan hari ini (5/11/2019) di Hotel Gran Melia, Jakarta.

“Semenjak bulan Oktober 2019, perusahaan kami telah menerima sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh LPPOM-MUI. Mengenai penerapan sertifikasi halal ini ada 2 point yang terpenting yaitu pertama ada pada bahan baku dan kedua pada aspek manajemennya yang terdiri dari 3 hal yaitu proses produksi, proses logistik dan proses distribusi ,dimana di setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan itu sendiri,” kata Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia.

Mengantongi sertifikat halal sejak 2 Oktober 2019 dengan nomor sertifikat : 00170098951019, kacamata halal Atalla ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian.
Kementerian menilai adanya sertifikasi halal ini akan dapat meningkatkan daya saing produk lantaran sebagian besar konsumen di Indonesia beragama Islam.

baca juga

“Jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kacamata merupakan produk selain makanan dan minuman yang penahapan kewajiban sertifikasi halal baru akan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 hingga 17 Oktober 2026. Oleh karena itu saya memberikan apresiasi kepada PT Atalla Indonesia yang secara proaktif telah melakukan kewajiban untuk sertifikasi halal terhadap produknya sebelum ketentuan wajib halal untuk selain produk makanan dan minuman diberlakukan,” kata Gati Wibawaningsih, Dirjen IKMA, Kementerian Perindustrian.

Jumlah pengguna kacamata di Indonesia masih kurang dari 10% dari total keseluruhan penduduk di Indonesia. Sedangkan kebutuhan kacamata dan lensa di Indonesia masih mengandalkan produk import yang besarnya 95%.

Dibandingkan dengan Negara tetangga atau Negara lainnya seperti di Singapore dan Hong Kong yang pengguna kacamatanya telah lebih dari 60%, maka dapat dibayangkan betapa besarnya potensi dan pasar kacamata maupun lensa di Indonesia, yakni 60% dari 250 juta penduduk berarti kebutuhannya adalah 150 juta kacamata/lensa.

Terlebih lagi saat ini sebagian orang telah menjadikan kacamata bagian dari fashion, sehingga mereka akan mengganti kacamata mereka 2-3 kali dalam 1 tahun.

Melihat peluang yang sedemikian besar, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2000 dengan jumlah karyawan awal 20 dan terus berkembang hingga memiliki pabrik sendiri dan memberikan pelatihan para staffnya ke luar negeri untuk mempelajari proses pembuatan lensa tersebut, kini telah mampu memproduksi kacamata dan lensa hingga 5.000 lusin atau 60.000 kacamata dan lensa per harinya dan memiliki jumlah karyawan sekitar 500 orang.

“Sebagai satu-satunya industri kacamata di Indonesia, PT Atalla Indonesia pernah beberapa kali hendak diakusisi oleh beberapa perusahaan asing. Namun kami selalu menolak dengan halus tawaran tersebut, karena kami bangga sebagai perusahaan dalam negeri. Satu hal lagi, kami memiliki visi ingin menjadikan PT Atalla Indonesia sebagai basis utama industri kacamata di dunia yang telah mengimplementasikan tehnologi 4.0, sehingga Indonesia mampu untuk swasembada kacamata, tanpa adanya produk Impor,” kata Wenjoko Sidharta, Direktur PT Atalla Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Kepribadian: Yang Mana Kacamata Anda? Bisa Tunjukkan Sifat Baik Lho!

Tes Kepribadian: Yang Mana Kacamata Anda? Bisa Tunjukkan Sifat Baik Lho!

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 06:35 WIB

Ketahui Penyebab Mata Minus pada Anak dan Perawatannya agar Tak Bertambah

Ketahui Penyebab Mata Minus pada Anak dan Perawatannya agar Tak Bertambah

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:20 WIB

Benarkah Cahaya Biru Komputer Sebabkan Penyakit Mata? Ini Faktanya

Benarkah Cahaya Biru Komputer Sebabkan Penyakit Mata? Ini Faktanya

Health | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 20:55 WIB

Terkini

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

×