Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pengusaha Ngeluh soal Ekonomi Kreatif, Wishnutama Bisa Apa?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 14:58 WIB
Pengusaha Ngeluh soal Ekonomi Kreatif, Wishnutama Bisa Apa?
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Keluhan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani yang meminta pemerintah fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif, langsung dijawab Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

"Tentunya saya tidak akan kurangi peran ekraf (ekonomi kreatif), amat yakin, bidang ekraf jauh lebih baik ke depan," kata Mas Tama panggilan akrab Wishnutama dalam acara Dialog Nasional Ekonomi Kreatif di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dia bilang dirinya merupakan orang yang berasal dari industri kreatif, tentunya tidak akan melupakan sektor ini.

"Saya ini orang dari bawah, modalnya kreatif, saya engga punya yang lain, hanya pemikiran kreatif. Saya selalu jual mimpi, pemikiran itu yang saya miliki hanya kreativitas, apa mungkin saya mengesampingkan ekraf, saya salah satu yang dipercaya," kata dia.

Dirinya mengaku bakal membawa industri ekonomi kreatif nasional bisa lebih maju lagi dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

"Engga hanya dinikmati orang diperkotaan, tapi juga pedesaan, apa yang kita rasakan di ekraf ini, kalau tidak ada market, kreativitas itu tak jadi apa-apa, manfaatkan pariwisata untuk mengembangkan ekraf, agar ekraf bisa dinikmati semua orang, tidak hanya di kota-kota besar," katanya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio untuk lebih memperhatikan sektor ekonomi kreatif, pasalnya kata Rosan saat ini potensi ekonomi kreatif tanah air masih belum maksimal.

"Setiap tahun ekonomi kreatif mampu menyumbang sampai Rp 1.000 triliun padahal potensinya lebih dari itu," kata Rosan.

Rosan menjelaskan pada tahun 2016 Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp 922 triliun dan meningkat pada tahun 2017 menjadi Rp 1.000 triliun, dan meningkat lagi pada tahun 2018 mencapai Rp 1.105 triliun.

Jumlah ini disumbang dari subsektor kuliner sebesar 43 persen, fesyen 18 persen dan kriya 16 persen, sedangkan film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas.

"Peningkatan dalam ekonomi kreatif ini menunjukkan bahwa sektor kreatif memiliki potensi yang sangat menjanjikan, jika mendapatkan penanganan yang lebih baik," kata Rosan.

Chairman Grup Recapital ini lantas membandingkan dengan negara-negara lain yang sangat gencar memprioritaskan ekonomi kreatif sebagai motor utama negara tersebut.

"Banyak negara-negara di dunia menjadikan ekonomi kreatif sebagai prioritas utama. Di RRC, misalnya ekonomi kreatif dikembangkan sebagai alat ketahanan nasional untuk mengurangi infiltrasi budaya asing dengan mewajibkan tayang animasi dan sinetron lokal," ucapnya.

Selain itu di Korea Selatan lanjut Rosan, pemerintahnya memajukan budaya K-POP, yang oleh perusahaan lokal Samsung dan Hyundai dimanfaatkan dalam pemasarannya ke negara luar.

"Di Malaysia, animasi bisa dimanfaatkan dalam budaya dan produk dagang Malaysia. Sementara Arab Saudi yang merupakan negara pengekspor minyak, mulai memikirkan untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatifnya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:22 WIB

Bekraf Aktif Lagi, Unggah Foto Kocak Triawan dan Wishnutama ala Gradient

Bekraf Aktif Lagi, Unggah Foto Kocak Triawan dan Wishnutama ala Gradient

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 08:22 WIB

5 Gaya Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Wishnutama yang Fashionable

5 Gaya Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Wishnutama yang Fashionable

Lifestyle | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 13:31 WIB

Terkini

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB