Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Pengusaha Ngeluh soal Ekonomi Kreatif, Wishnutama Bisa Apa?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 14:58 WIB
Pengusaha Ngeluh soal Ekonomi Kreatif, Wishnutama Bisa Apa?
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Keluhan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani yang meminta pemerintah fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif, langsung dijawab Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

"Tentunya saya tidak akan kurangi peran ekraf (ekonomi kreatif), amat yakin, bidang ekraf jauh lebih baik ke depan," kata Mas Tama panggilan akrab Wishnutama dalam acara Dialog Nasional Ekonomi Kreatif di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dia bilang dirinya merupakan orang yang berasal dari industri kreatif, tentunya tidak akan melupakan sektor ini.

"Saya ini orang dari bawah, modalnya kreatif, saya engga punya yang lain, hanya pemikiran kreatif. Saya selalu jual mimpi, pemikiran itu yang saya miliki hanya kreativitas, apa mungkin saya mengesampingkan ekraf, saya salah satu yang dipercaya," kata dia.

Dirinya mengaku bakal membawa industri ekonomi kreatif nasional bisa lebih maju lagi dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

"Engga hanya dinikmati orang diperkotaan, tapi juga pedesaan, apa yang kita rasakan di ekraf ini, kalau tidak ada market, kreativitas itu tak jadi apa-apa, manfaatkan pariwisata untuk mengembangkan ekraf, agar ekraf bisa dinikmati semua orang, tidak hanya di kota-kota besar," katanya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio untuk lebih memperhatikan sektor ekonomi kreatif, pasalnya kata Rosan saat ini potensi ekonomi kreatif tanah air masih belum maksimal.

"Setiap tahun ekonomi kreatif mampu menyumbang sampai Rp 1.000 triliun padahal potensinya lebih dari itu," kata Rosan.

Rosan menjelaskan pada tahun 2016 Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp 922 triliun dan meningkat pada tahun 2017 menjadi Rp 1.000 triliun, dan meningkat lagi pada tahun 2018 mencapai Rp 1.105 triliun.

Jumlah ini disumbang dari subsektor kuliner sebesar 43 persen, fesyen 18 persen dan kriya 16 persen, sedangkan film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas.

"Peningkatan dalam ekonomi kreatif ini menunjukkan bahwa sektor kreatif memiliki potensi yang sangat menjanjikan, jika mendapatkan penanganan yang lebih baik," kata Rosan.

Chairman Grup Recapital ini lantas membandingkan dengan negara-negara lain yang sangat gencar memprioritaskan ekonomi kreatif sebagai motor utama negara tersebut.

"Banyak negara-negara di dunia menjadikan ekonomi kreatif sebagai prioritas utama. Di RRC, misalnya ekonomi kreatif dikembangkan sebagai alat ketahanan nasional untuk mengurangi infiltrasi budaya asing dengan mewajibkan tayang animasi dan sinetron lokal," ucapnya.

Selain itu di Korea Selatan lanjut Rosan, pemerintahnya memajukan budaya K-POP, yang oleh perusahaan lokal Samsung dan Hyundai dimanfaatkan dalam pemasarannya ke negara luar.

"Di Malaysia, animasi bisa dimanfaatkan dalam budaya dan produk dagang Malaysia. Sementara Arab Saudi yang merupakan negara pengekspor minyak, mulai memikirkan untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatifnya," paparnya.

Rosan pun berharap bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang baru, bisa membawa ekonomi kreatif Indonesia menjadi motor utama penggerak roda perekonomian nasional.

"Beberapa alasan yang mendasarinya adalah karena ekonomi kreatif memberikan kontribusi ekonomi, seperti peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor, kontribusi terhadap produk domestik bruto, dan dapat membangun identitas bangsa yang bisa dibanggakan menjadi ikon budaya yang mencakup warisan budaya dan nilai lokal," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:22 WIB

Bekraf Aktif Lagi, Unggah Foto Kocak Triawan dan Wishnutama ala Gradient

Bekraf Aktif Lagi, Unggah Foto Kocak Triawan dan Wishnutama ala Gradient

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 08:22 WIB

5 Gaya Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Wishnutama yang Fashionable

5 Gaya Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Wishnutama yang Fashionable

Lifestyle | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 13:31 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:48 WIB

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:30 WIB

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:10 WIB

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB