Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?

M. Reza Sulaiman, Ummi Hadyah Saleh

Minggu, 10 November 2019 | 06:15 WIB
Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?
Bisnis Fintech bakar uang demi pelanggan. (Shutterstock).

Suara.com - Perusahaan financial techonology atau yang dikenal dengan fintech kian menjamur di Indonesia.

Fintech sendiri memiliki beberapa klasifikasi di antaranya crowdfunding (pembiayaan massal atau berbasis patungan) dan peer to peer (P2P) lending ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, market aggregator, risk, and investment management atau perencanaan keuangan atau payment gateway.

Sejumlah fintech payment pun bersaing di Indonesia seperti GoPay, OVO, Dana, Link Aja dan lainnya.

Para perusahaan fintech payment pun ramai-ramai membakar uang dengan diskon dan cash back kepada para pelangggannya.

Mereka rata-rata memberikan cashback dari mulai 15 persen hingga 30 persen.

Head of Corporate Communication Gopay Winny Triswandhi menyebut GoPay telah menjadi uang elektronik terbesar di Indonesia. Namun kata dia, sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada uang tunai.

"Dalam waktu yang sangat singkat ini, GoPay telah menjadi uang elektronik terbesar di Indonesia. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada uang tunai," ujar Winny saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Winny menuturkan bakar duit dengan cara memberikan cashback atau diskon dari Gopay bertujuan untuk memberikan edukasi masyarakat untuk beralih ke non-tunai dan terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan oleh Gopay

"Cashback atau diskon merupakan cara awal untuk edukasi masyarakat Indonesia untuk berpindah ke non-tunai dan pelan-pelan menjadi terbiasa dengan berbagai kemudahan yang kami tawarkan," ucap Winny.

baca juga
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)

Tak hanya itu, bakar uang dari Gopay kata Winny juga diharapkan membantu usaha pedagang kecil hingga UMKM.

"Kami juga melihat diskon atau cashback tidak hanya berguna untuk edukasi pengguna, tapi juga membantu rekan usaha kami berkembang. 90 persen dari rekan usaha GoPay merupakan UMKM atau pedagang kecil yang sebelumnya tidak terbiasa menerima pembayaran non-tunai," ucap dia.

Winny meyakini kebiasan non tunai di Indonesia kedepan bisa berlangsung tanpa adanya cashback.

"Namun kami percaya kebiasaan non-tunai ini dapat berlangsung tanpa cashback dengan adanya inovasi yang betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia," tutur dia.

Sementara itu Head of Corporate Communication Link Aja Putri Dianita mengatakan alasan Link Aja melakukan bakar duit bukanlah strategi utama, melainkan dapat menjadi insentif adopsi bagi masyarakat.

Putri menuturkan Link Aja sebagai fintech payment baru tak memikirkan untung rugi bakar duit, namun lebih kepada mengenalkan kepada masyarakat.

"Jadi kami sekarang sedang memperkaya use case. Jadi pada intinya ini adalah strategi marketing, pure strategi marketing untuk insentif adopsi bukan mikir untung ruginya. Karena kita kan brand baru membangun brand berwarna, menbangun masyarakat mengenal kita, merasa aman memakai kita, merasa nyaman dan itu kan dalam strategi marketing itu kan biasa ya untuk memberikan intensif adopsi berupa diskon cashback," ucap Putri saat dihubungi.

ilustrasi uang. (Shutterstock)
ilustrasi uang. (Shutterstock)

"Kami nggak pernah jadikan diskon atau promo sebagai strategi utama, itu pure intensif adopsi," sambungnya.

Kata Putri, saat ini masyarakat menggunakan dompet digital untuk memburu diskon baik itu di mal, warung makan hingga restoran.

Alasan itulah yang membuat pihaknya melakukan strategi bakar duit atau diskon serta menyesuaikan strategi kebutuhan masyarkat.

"Berbagai promosi juga kami hadirkan melihat fakta di masyarakat. potongan harga salah satu pertimbangan (masyarakat) saat memilih layanan selain kemudahan pemanfaatnya untuk bertransaksi secara non tunai. Namun bagi Link Aja upaya yang esensial itu adalah memperkaya use case nya di seluruh sendi masyarakat. Jadi bagaiman kita membangun use casenya dari pagi sampai malam hari biar ekostemnya holistik," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 18:59 WIB

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 11:27 WIB

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

Bisnis | Rabu, 06 November 2019 | 15:51 WIB

Terkini

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Jawa Tengah | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

×