Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?

M. Reza Sulaiman, Ummi Hadyah Saleh

Minggu, 10 November 2019 | 06:15 WIB
Ramai-ramai Fintech Bakar Duit Demi Cari Konsumen?
Bisnis Fintech bakar uang demi pelanggan. (Shutterstock).

Banyaknya fintech payment membuat Link Aja sebagai payment baru tetap bersaing di Indonesia.

Pihaknya meyakini perkembangan uang digital di Indonesia belum merata di seluruh Indonesia. Sebab masih didominasi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.

"Jadi sebenarnya Link Aja hadir bukan untuk memenuhi pasar tapi potensial marketnya yang under bank dan unbank masih sangat besar di mana kita, Link Aja menawarkan layanan pembayaran yang berbeda dari produk lain kalau saat ini teman-teman elentronik fokus ke lifestyle terus ke segmen pasar yang menengah ke atas kami fokus pada pemenuhan esensial masyarakat," ucap Putri.

Ia berharap keberadaan Link Aja bukan menambah persaingan, namun memperkaya penawaran pembayaran digital seperti transportasi LRT, pembelian tiket pesawat, pulsa token PLN dan lainnya.

"Jadi kami berharap keberdadaan Link Aja itu bukan nambah ruang persaingan tapi memperkaya offering yang ada karena kita nggak menawarkan layanan hal yang sama, esensial kalau yang lain lifeystyle kita esensial," kata Putri .

Bakar Duit Sebagai Tahap Pengenalan Fintech

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati menilai strategi bakar duit yang dilakukan para fintech sebagai promosi untuk menarik nasabah menggunakan fintech. Promosi lewat bakar duit juga termasuk promosi yang masih dalam tahap pengenalan.

"Intinya orang pasti akan mengoptimalkan promosi. Karena ini kan masih dalam tahap pengenalan, artinya bagaimana mempunyai daya tarik sosoalisasi dan juga ketertarikan dari nasabh untuk menggunakan fintech. Ini bagian dari langkah langkah tahap promosi pengenalan dan untuk menarik minat masyarakat," kata Enny.

Kata Enny, pelaku bisnis pasti sudah mempertimbangkan strategi dari bakar duit itu sendiri.

baca juga
Pengunjung mengantre di depan gerai sepatu Topscore di Kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Pengunjung mengantre di depan gerai sepatu Topscore di Kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

"Nggak ada, orang bisnis nggak mempertimbangkan untung rugi pasti apapum yang dilakukan justur untuk mempertimbangkangkan otpimalisasi profit. Cuma optimalisai profit itu kan selalu diitung mana tahap yang investasi mana tahap yang menanam kapan tahapnya menuai. Jadi nggak ada itung-itung untung rugi, ya pasti ada. Cuma kan nanti ada namanya semacem istilah subsisi silang atau masih tahap investasi pasti ada itung-itungnya," tutur Enny.

Kendati demikian, Enny mengimbau agar konsumen juga harus berhati-hati memilih banyaknya fintech yang menjamur dan memberikan diskon kepada pelanggannya. Masyarakat kata Enny juga harus memperhatikan berbagai aspek resiko dan pengetahuan mengenai fintech.

"Jadi kalau masyarakat berhati-hati , apa tugas pemerintah? Tugas pemerintah menyiapkan infrastrukturnya insfrastruktur bisa regulasi, bisa pengawasan untuk menjamin agar praktek strategi bisnis dari pelaku usaha itu tidak berdampak pada kerugian konsumen dan kedua tidak menimbulkan distorsi dalam perekonomian," kata Enny.

"Karena kalau terjadi persaingan yang tidak sehat dan sebagainya itu nanti next time akan menghambat minat orang untuk investasi karena tidak ada kepastian regulasi, nggak ada kepastian iklim usaha nah itu yang harusls dijaga betul oleh regulator," sambungnya.

Ramai-ramai Pilih Dompet Digital Karena Banyak Promo Diskon

Banyaknya dompet digital membuat masyarakat kini beralih ke non tunai. Disamping mempermudah transaksi juga masyarakat mendapatkan diskon ketika berbelanja.

Sebagian masyarakat meyakini uang yang disimpan akan aman. Seperti yang dirasakan Alan Faisal salah seorang pegawai di salah satu di Bank Jakarta

"Saya pakai dompet digital karena saya yakin uang saya aman," ucap Alan.

Alan mengaku saat ini sudah mengurangi uang tunai.

Selain banyak mendapatkan promo, juga lebih mudah dan cepat melakukan transaksi.

"Sekarang transaksi harian saya yakni uang di dompet 40 persen dan uang di dompet digital 60 persen," kata Alan.

Hal yang senada dikatakan Raiza Andini, pegawai swasta di Pondok Aren. Menurutnya menggunakan dompet digital banyak kemudahan untuk bertransaksi. Selain itu kata dia juga banyak promo-promo yang didapat.

"Saya sekarang sudah beralih ke dompet digital. Karena lebih mudah transaksi, nggak ribet dan juga banyak promo-promonya," ucap gadis yang akrab disapa Maemunah.

Sapto Andika, karyawan swasta di Jakarta Selatan menyebut alasan menggunakan dompet digital untuk memudahkan pembayaran.

Ilustrasi fintech. (Shutterstock)
Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

"Memudahkan pembayaran aja sih. Sekarang banyak merchant yang menyediakan opsi pembayaran nontunai. Dan banyak promo," kata Sapto.

Meski sudah beralih, dirinya tetap memberikan porsi dengan membawa uang cash.

"Belum sepenuhnya. Porsi cash tetap ada terutama untuk pembayaran di warung-warung kecil, beli di pasar, atau keperluan darurat lain," tutur dia

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati menyebut perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke dompet digital karena sudah memasuki era digital.

"Itu sebuah kenicsayaan.Jadi kalau dulu kemana mana pakai jalan kaki sekarang nggak zaman itu keniscayaaan kan eranya ada berbagai sarana transporatasi. Jadi kalau masalah perubahan sudah keniscayaan eranya. Eranya digital dan intinya secara umum dan konsumen bagaimana dia memaksimalkan utility pemanfaatannya kalau dia (masyarakat) lebih efisien menguntungkan dengan masuk digital dia akan pilih," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Fintech Asetku Telah Salurkan Pinjaman Hingga Rp 4,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 18:59 WIB

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Andalkan Tekfin, Perempuan Desa Kini Lebih Berdaya

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 11:27 WIB

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

5.000 Pengunjung Ditargetkan Ramaikan Cyber Security Indonesia 2019

Bisnis | Rabu, 06 November 2019 | 15:51 WIB

Terkini

Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif

Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:24 WIB

Data dan AI Jadi Senjata Dorong Bisnis

Data dan AI Jadi Senjata Dorong Bisnis

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:21 WIB

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 08:18 WIB

Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara

Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 08:17 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:11 WIB

Daerah Ini Makin Padat Trafik Digital, XLSMART Genjot 5G dengan 1.200 BTS

Daerah Ini Makin Padat Trafik Digital, XLSMART Genjot 5G dengan 1.200 BTS

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 08:10 WIB

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

News | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Bungkam Semarang di Final! Tim Basket Putra Surakarta Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Bungkam Semarang di Final! Tim Basket Putra Surakarta Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Surakarta | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas

Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas

Sulsel | Senin, 07 September 2026 | 07:59 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Rute Jakarta-Yogyakarta, 30 Penerbangan YIA Dibatalkan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Rute Jakarta-Yogyakarta, 30 Penerbangan YIA Dibatalkan

Jogja | Senin, 07 September 2026 | 07:56 WIB

×