Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn

Suwarjono

Kamis, 14 November 2019 | 06:05 WIB
Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn
Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Suara.com - Duta besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun terus mendorong berbagai produk Indonesia menembus pasar China. Beragam upaya dilakukan untuk mendorong produk Indonesia masuk pasar China, menjembatani para pengusaha kedua negara, menyusun regulasi, pameran produk Indonesia di berbagai kota di China, hingga menyelenggarakan forum bisnis.

“Produk Indonesia yang beredar di China terus bertambah. Bila tahun lalu ada 5 produk yang masuk Tmall Global (ecommerce milik Alibaba), tahun ini bertambah dua produk,” kata Djauhari Oratmangun dalam teleconference dengan sejumlah media di Hangzhou, China, kemarin.

Lima brand asal Indonesia yang saat ini populer di China adalah Indomie, Kopi Kapal Api, Biskuit Nabati, Kerupuk Udang Papatonk dan Sarang Burung Walet Yan Ty Ty. Sedangkan dua brand yang masuk tahun ini adalah biskuit Tango dan Ellips. “Untuk sarang burung walet produk Indonesia menguasai 27 persen pasar China. Sebanyak 70 persen sarang burung walet ini dikomsumsi wanita. Saat ini sudah ada 21 eksportir, dan 6 eksportir akan segera masuk lagi,” kata dia.

Sementara, buah-buahan pasar China saat ini banyak dipasok oleh produk pertanian di Malaysia, Thailand, Vietnam hingga Filipina. Pasar Indonesia lebih kecil dibanding negara di atas. “Buah yang masuk pasar China saat ini buah manggis. Untuk buah lainnya kita masih negosiasi, seperti buah pisang, mangga, nanas, buah naga dan durian. Dibanding Thailand, kita kalah dalam hal produksi buah sebagai industri. Sementara Indonesia buah masih dari perkebunan rakyat,” kata dia. 

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Untuk menaikkan ekspor buah-buahan ini, pihaknya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan lembaga karantina dan imigrasi China agar mendapat keleluasaan impor buah-buahan.  “Negosiasai yang sedang dillakukan antara lain agar  bea masuk turun, sehingga produk kita semakin banyak yang masuk,” kata dia.

Upaya lain yang tengah dilakukan Dubes Djauhaia Oratmangun adalah akselerasi terhadap 4 pilar program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara. Keempat program besar tersebut adalah, mempercepat pertumbuhan ekspor, menaikkan investasi, turisme dan digital ekonomi. “Bila empat program pokok ini bisa kita akselerasi, pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sangat mungkin terjadi,” kata dia.

Terkait dengan 4 program tersebut di atas, posisi China sangat penting. Indonesia saat ini mengekspor batubara dan minyak sawit. Kedua, mendorong lebih banyak lagi investor dari China masuk ke Indonesia. “Termasuk di bidang digital ekonomi, saat ini sudah ada 4 unicorn, perusahaan digital dengan valuasi di atas US10 miliar. “Tahun depan akan ada 4 unicorn baru. Dengan 4 unicorn saja valuasi sudah di atas US30 miliar dollar. Tahun 2025 bila ada 10 unicorn, dari digital ekonomi bisa berkontribusi  di atas US100 miliar,” kata dia.

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Djauhari berencana akan membawa 10-15 start up dari Indonesia tahun depan dalam rangka perayaan 70 tahun diplomasi Indonesia - China. “China memiliki pengusaha-pengusaha besar di bidang digital. Dari Alibaba hingga Tencent,” katanya.

Bila semua lancar, Dubes Oratmangun yakin neraca perdagangan Indonesia akan naik lagi hingga di atas US72,6 miliar.

Djauhari Oratmangun sebelum menjabat sebagai Dubes RI di China merupakan  pejabat karier di Kementerian Luar Negeri. Ia pernah menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarusia dan menerima medali penghargaan “Sovyet Federatsii.20 Let (Dewan federasi 20 Tahun) atas kerjasama meningkatkan hubungan kerjasa sama parlemen kedua negara pada Februari 2016.

Sebelumnya, lulusan Universitas Gajah Mada (UGM)  Yogyakarta ini pada September 2015, meraih gelar “Warga Kehormatan” dari salah satu universitas ternama di Rusia, yaitu Don State Technical University di kota Rostov on Don. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 November 2024 | 13:47 WIB

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Bola | Kamis, 12 September 2024 | 14:06 WIB

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Bola | Rabu, 13 Desember 2023 | 09:38 WIB

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Tekno | Selasa, 07 November 2023 | 06:56 WIB

Terkini

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:23 WIB