Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn

Suwarjono

Kamis, 14 November 2019 | 06:05 WIB
Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn
Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Suara.com - Duta besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun terus mendorong berbagai produk Indonesia menembus pasar China. Beragam upaya dilakukan untuk mendorong produk Indonesia masuk pasar China, menjembatani para pengusaha kedua negara, menyusun regulasi, pameran produk Indonesia di berbagai kota di China, hingga menyelenggarakan forum bisnis.

“Produk Indonesia yang beredar di China terus bertambah. Bila tahun lalu ada 5 produk yang masuk Tmall Global (ecommerce milik Alibaba), tahun ini bertambah dua produk,” kata Djauhari Oratmangun dalam teleconference dengan sejumlah media di Hangzhou, China, kemarin.

Lima brand asal Indonesia yang saat ini populer di China adalah Indomie, Kopi Kapal Api, Biskuit Nabati, Kerupuk Udang Papatonk dan Sarang Burung Walet Yan Ty Ty. Sedangkan dua brand yang masuk tahun ini adalah biskuit Tango dan Ellips. “Untuk sarang burung walet produk Indonesia menguasai 27 persen pasar China. Sebanyak 70 persen sarang burung walet ini dikomsumsi wanita. Saat ini sudah ada 21 eksportir, dan 6 eksportir akan segera masuk lagi,” kata dia.

Sementara, buah-buahan pasar China saat ini banyak dipasok oleh produk pertanian di Malaysia, Thailand, Vietnam hingga Filipina. Pasar Indonesia lebih kecil dibanding negara di atas. “Buah yang masuk pasar China saat ini buah manggis. Untuk buah lainnya kita masih negosiasi, seperti buah pisang, mangga, nanas, buah naga dan durian. Dibanding Thailand, kita kalah dalam hal produksi buah sebagai industri. Sementara Indonesia buah masih dari perkebunan rakyat,” kata dia. 

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Untuk menaikkan ekspor buah-buahan ini, pihaknya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan lembaga karantina dan imigrasi China agar mendapat keleluasaan impor buah-buahan.  “Negosiasai yang sedang dillakukan antara lain agar  bea masuk turun, sehingga produk kita semakin banyak yang masuk,” kata dia.

Upaya lain yang tengah dilakukan Dubes Djauhaia Oratmangun adalah akselerasi terhadap 4 pilar program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara. Keempat program besar tersebut adalah, mempercepat pertumbuhan ekspor, menaikkan investasi, turisme dan digital ekonomi. “Bila empat program pokok ini bisa kita akselerasi, pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sangat mungkin terjadi,” kata dia.

Terkait dengan 4 program tersebut di atas, posisi China sangat penting. Indonesia saat ini mengekspor batubara dan minyak sawit. Kedua, mendorong lebih banyak lagi investor dari China masuk ke Indonesia. “Termasuk di bidang digital ekonomi, saat ini sudah ada 4 unicorn, perusahaan digital dengan valuasi di atas US10 miliar. “Tahun depan akan ada 4 unicorn baru. Dengan 4 unicorn saja valuasi sudah di atas US30 miliar dollar. Tahun 2025 bila ada 10 unicorn, dari digital ekonomi bisa berkontribusi  di atas US100 miliar,” kata dia.

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Djauhari berencana akan membawa 10-15 start up dari Indonesia tahun depan dalam rangka perayaan 70 tahun diplomasi Indonesia - China. “China memiliki pengusaha-pengusaha besar di bidang digital. Dari Alibaba hingga Tencent,” katanya.

Bila semua lancar, Dubes Oratmangun yakin neraca perdagangan Indonesia akan naik lagi hingga di atas US72,6 miliar.

Djauhari Oratmangun sebelum menjabat sebagai Dubes RI di China merupakan  pejabat karier di Kementerian Luar Negeri. Ia pernah menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarusia dan menerima medali penghargaan “Sovyet Federatsii.20 Let (Dewan federasi 20 Tahun) atas kerjasama meningkatkan hubungan kerjasa sama parlemen kedua negara pada Februari 2016.

Sebelumnya, lulusan Universitas Gajah Mada (UGM)  Yogyakarta ini pada September 2015, meraih gelar “Warga Kehormatan” dari salah satu universitas ternama di Rusia, yaitu Don State Technical University di kota Rostov on Don. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 November 2024 | 13:47 WIB

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Bola | Kamis, 12 September 2024 | 14:06 WIB

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Bola | Rabu, 13 Desember 2023 | 09:38 WIB

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Tekno | Selasa, 07 November 2023 | 06:56 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×