Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

M Nurhadi

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
Ilustrasi sawit di perkebunan. [kaltimtoday.co]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia sedang menyelidiki dugaan manipulasi nilai faktur ekspor minyak sawit oleh perusahaan Wilmar International dan Musim Mas.
  • Praktik under-invoicing dilakukan untuk menyembunyikan keuntungan serta menghindari kewajiban pembayaran pajak ekspor kepada negara secara sah.
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan tindakan ilegal tersebut telah menyebabkan Indonesia menanggung kerugian ekonomi hingga USD 908 miliar.

Suara.com - Kasus dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Indonesia jadi sorotan internasional.

Jajaran media asing ternama seperti Reuters, The Straits Times, hingga Nikkei Asia berbondong-bondong menyoroti langkah tegas Pemerintah Indonesia yang tengah membidik sejumlah raksasa produsen kelapa sawit global.

Berdasarkan laporan media-media internasional tersebut, Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi bahwa Wilmar International Limited dan Musim Mas Group masuk dalam daftar korporasi sawit yang sedang diselidiki atas dugaan praktik under-invoicing atau pemalsuan draf nilai faktur ekspor di bawah harga pasar.

Saat dikonfirmasi oleh para jurnalis, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kedua grup raksasa yang berbasis di Singapura tersebut menjadi aktor utama di antara belasan korporasi kelapa sawit yang kini diusut intensif oleh otoritas pajak dan keuangan.

Sebagai informasi, Wilmar International merupakan salah satu empang tuan tanah perkebunan sawit terbesar di dunia dengan total lahan tertanam mencapai 234.334 hektare per akhir 2025, di mana sekitar 66 persen arealnya berada di Indonesia.

Sementara itu, Musim Mas Group merupakan salah satu pemain industri kelapa sawit terintegrasi yang mengepakkan sayap bisnis di 14 negara dengan basis operasional utama di tanah air.

Langkah agresif penegakan hukum ini bergulir tepat setelah Pemerintah Indonesia meluncurkan rencana besar untuk memusatkan kendali ekspor komoditas strategis, termasuk kelapa sawit dan batu bara.

Kebijakan sentralisasi ini sengaja ditekankan demi mendongkrak pundi-pundi pendapatan negara lewat pengawasan ketat terhadap sirkulasi dagang serta standardisasi harga sumber daya alam.

Praktik under-invoicing sendiri merupakan modus draf lama di mana perusahaan sengaja menerbitkan dokumen draf faktur barang di bawah harga pasar riil.

baca juga

Tujuannya tidak lain adalah untuk menyembunyikan draf keuntungan (hidden profit) sekaligus mengindari kewajiban draf pajak ekspor di negara asal.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemberantasan praktik lancung ini menjadi salah satu pilar utama dari cetak biru tata kelola komoditas yang baru.

Kepala Negara mengklaim bahwa aksi penjualan komoditas berharga murah demi draf melarikan modal ke luar negeri ini telah membuat Indonesia menanggung kerugian luar biasa yang ditaksir mencapai USD 908 miliar sejak tahun 1992.

Meski kebijakan ini dicanangkan untuk masa depan fiskal yang sehat, pengumuman skema baru tersebut sempat berdampak instan pada jatuhnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat draf petani lokal.

Wilmar Angkat Bicara Lewat Bursa Singapura

Merespons gaduh kabar draf investigasi tersebut, manajemen Wilmar International Limited akhirnya resmi merilis draf klarifikasi terbuka. Korporasi yang dituding menjadi bagian dari 10 perusahaan pelanggar regulasi under-invoicing versi Menkeu Purbaya tersebut memilih draf jalur formal lewat lantai bursa efek.

Berdasarkan laporan draf keterbukaan informasi di Bursa Singapura (Singapore Exchange/SGX) per Kamis (28/5/2026), manajemen Wilmar menyatakan bahwa hingga saat ini mereka sama sekali draf belum mendapatkan dokumen ataupun panggilan pemeriksaan draf formal dari Pemerintah Indonesia.

"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi tentang penyelidikan yang disebutkan dalam artikel tersebut," tulis pernyataan resmi manajemen Wilmar International Limited.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan

Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:36 WIB

Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil di Luar Jepang, Terdampak ke Asia dan Timur Tengah

Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil di Luar Jepang, Terdampak ke Asia dan Timur Tengah

Otomotif | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:05 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:58 WIB

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:51 WIB

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:14 WIB

Terkini

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

×