Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo

Iwan Supriyatna, Muhammad Ilham Baktora

Rabu, 04 Desember 2019 | 17:05 WIB
Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo
Ilustrasi jalan tol [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY terus menggodok rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Hingga kini Pemprov DIY telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada warga, salah satunya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno mengungkapkan terdapat sejumlah bangunan yang terdampak pada pembangunan jalan bebas hambatan itu.

"Ada dua dusun yang nantinya terdampak dalam pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Pertama Dusun Pelemsari dan Jobohan. Di Dusun Pelemsari sendiri ada 80 pemilik tanah yang sudah fix (terkena dampak), sementara Jobohan ada 85 pemilik tanah," terang Krido pada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Ia menambahkan ada 93 bangunan rumah utuh yang bakal terdampak pada pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Lalu sebagian besar pekarangan dan lahan milik warga di Desa Bokoharjo juga akan ikut tergusur.

"Selain lahan milik warga, terdapat enam bidang Tanah Kas Desa (TKD) yang juga terdampak. Itu akan kita proses paralel untuk pembayarannya. Yang jelas ada perbedaan pada kedua jenis tanah tersebut," terang Krido.

Pihaknya memastikan jika bangunan kepentingan sosial, seperti masjid tidak ada yang terdampak di desa Bokoharjo. Krido menjelaskan jika tahapan kali ini hanya sebatas sosialisasi. Sehingga jika banyak pertanyaan tentang biaya ganti untung warga, ia belum bisa menjawab.

"Seperti yang diketahui, tahapan ini masih sosialisasi. Jika untuk survey hingga pembayaran tanah (ganti untung) menunggu Penetapan Lokasi atau Izin Pemanfaatan Lahan terbit," jelasnya.

Krido menyatakan usai izin tersebut terbit, tim pengadaan tanah baru bisa melakukan survey dan melakukan pematokan batas mana saja yang digunakan untuk pembangunan jalan bebas hambatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakrta-Bawen, Totok Wijayanto mengungkapkan jika warga menanyakan harga tanah yang nantinya terdampak pembangunan.

baca juga

"Mereka masih menanyakan harga, tapi tahapan saat ini belum pada pembahasan terkait harga (tanah per meter). Mungkin sekitar Juni atau Juli nanti pembahasannya. Saat ini kami baru meminta izin (kepada warga) jika wilayah ini akan dibangun jalan tol," terang Wijayanto.

Sebelumnya ratusan warga Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul mengikuti sosialisasi perencanaan pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Balai Desa Bokoharjo, Rabu (4/12/2019).

Dalam sosialisasi tersebut, banyak warga yang menanyakan soal kejelasan pembangunan termasuk jadwal penyelenggaraan pembangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Jabar | Senin, 02 Desember 2019 | 12:22 WIB

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

News | Sabtu, 30 November 2019 | 20:12 WIB

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Jatim | Kamis, 28 November 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×