Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo

Iwan Supriyatna | Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2019 | 17:05 WIB
Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo
Ilustrasi jalan tol [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY terus menggodok rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Hingga kini Pemprov DIY telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada warga, salah satunya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno mengungkapkan terdapat sejumlah bangunan yang terdampak pada pembangunan jalan bebas hambatan itu.

"Ada dua dusun yang nantinya terdampak dalam pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Pertama Dusun Pelemsari dan Jobohan. Di Dusun Pelemsari sendiri ada 80 pemilik tanah yang sudah fix (terkena dampak), sementara Jobohan ada 85 pemilik tanah," terang Krido pada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Ia menambahkan ada 93 bangunan rumah utuh yang bakal terdampak pada pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Lalu sebagian besar pekarangan dan lahan milik warga di Desa Bokoharjo juga akan ikut tergusur.

"Selain lahan milik warga, terdapat enam bidang Tanah Kas Desa (TKD) yang juga terdampak. Itu akan kita proses paralel untuk pembayarannya. Yang jelas ada perbedaan pada kedua jenis tanah tersebut," terang Krido.

Pihaknya memastikan jika bangunan kepentingan sosial, seperti masjid tidak ada yang terdampak di desa Bokoharjo. Krido menjelaskan jika tahapan kali ini hanya sebatas sosialisasi. Sehingga jika banyak pertanyaan tentang biaya ganti untung warga, ia belum bisa menjawab.

"Seperti yang diketahui, tahapan ini masih sosialisasi. Jika untuk survey hingga pembayaran tanah (ganti untung) menunggu Penetapan Lokasi atau Izin Pemanfaatan Lahan terbit," jelasnya.

Krido menyatakan usai izin tersebut terbit, tim pengadaan tanah baru bisa melakukan survey dan melakukan pematokan batas mana saja yang digunakan untuk pembangunan jalan bebas hambatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakrta-Bawen, Totok Wijayanto mengungkapkan jika warga menanyakan harga tanah yang nantinya terdampak pembangunan.

"Mereka masih menanyakan harga, tapi tahapan saat ini belum pada pembahasan terkait harga (tanah per meter). Mungkin sekitar Juni atau Juli nanti pembahasannya. Saat ini kami baru meminta izin (kepada warga) jika wilayah ini akan dibangun jalan tol," terang Wijayanto.

Sebelumnya ratusan warga Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul mengikuti sosialisasi perencanaan pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Balai Desa Bokoharjo, Rabu (4/12/2019).

Dalam sosialisasi tersebut, banyak warga yang menanyakan soal kejelasan pembangunan termasuk jadwal penyelenggaraan pembangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Jabar | Senin, 02 Desember 2019 | 12:22 WIB

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

News | Sabtu, 30 November 2019 | 20:12 WIB

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Jatim | Kamis, 28 November 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB