Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo

Iwan Supriyatna | Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2019 | 17:05 WIB
Lahan di Desa Bokoharjo Bakal Kena Gusuran Tol Jogja-Solo
Ilustrasi jalan tol [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY terus menggodok rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Hingga kini Pemprov DIY telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada warga, salah satunya di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno mengungkapkan terdapat sejumlah bangunan yang terdampak pada pembangunan jalan bebas hambatan itu.

"Ada dua dusun yang nantinya terdampak dalam pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Pertama Dusun Pelemsari dan Jobohan. Di Dusun Pelemsari sendiri ada 80 pemilik tanah yang sudah fix (terkena dampak), sementara Jobohan ada 85 pemilik tanah," terang Krido pada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Ia menambahkan ada 93 bangunan rumah utuh yang bakal terdampak pada pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo. Lalu sebagian besar pekarangan dan lahan milik warga di Desa Bokoharjo juga akan ikut tergusur.

"Selain lahan milik warga, terdapat enam bidang Tanah Kas Desa (TKD) yang juga terdampak. Itu akan kita proses paralel untuk pembayarannya. Yang jelas ada perbedaan pada kedua jenis tanah tersebut," terang Krido.

Pihaknya memastikan jika bangunan kepentingan sosial, seperti masjid tidak ada yang terdampak di desa Bokoharjo. Krido menjelaskan jika tahapan kali ini hanya sebatas sosialisasi. Sehingga jika banyak pertanyaan tentang biaya ganti untung warga, ia belum bisa menjawab.

"Seperti yang diketahui, tahapan ini masih sosialisasi. Jika untuk survey hingga pembayaran tanah (ganti untung) menunggu Penetapan Lokasi atau Izin Pemanfaatan Lahan terbit," jelasnya.

Krido menyatakan usai izin tersebut terbit, tim pengadaan tanah baru bisa melakukan survey dan melakukan pematokan batas mana saja yang digunakan untuk pembangunan jalan bebas hambatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakrta-Bawen, Totok Wijayanto mengungkapkan jika warga menanyakan harga tanah yang nantinya terdampak pembangunan.

"Mereka masih menanyakan harga, tapi tahapan saat ini belum pada pembahasan terkait harga (tanah per meter). Mungkin sekitar Juni atau Juli nanti pembahasannya. Saat ini kami baru meminta izin (kepada warga) jika wilayah ini akan dibangun jalan tol," terang Wijayanto.

Sebelumnya ratusan warga Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Bantul mengikuti sosialisasi perencanaan pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Balai Desa Bokoharjo, Rabu (4/12/2019).

Dalam sosialisasi tersebut, banyak warga yang menanyakan soal kejelasan pembangunan termasuk jadwal penyelenggaraan pembangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Bangun Alun-alun Kota Bogor, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Petugas

Jabar | Senin, 02 Desember 2019 | 12:22 WIB

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

Lahan Korban Penggusuran Dihargai Rp 18 Ribu, Mantan Ketua DPR Merespons

News | Sabtu, 30 November 2019 | 20:12 WIB

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Dianggap Lalai, Pengemudi Bus Kramat Jati Ditetapkan Menjadi Tersangka

Jatim | Kamis, 28 November 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB