Perlu Sinergi Lintas Stakeholders untuk Kuatkan Pertanian Era Industri 4.0

Iwan Supriyatna

Sabtu, 14 Desember 2019 | 07:24 WIB
Perlu Sinergi Lintas Stakeholders untuk Kuatkan Pertanian Era Industri 4.0
Sawah Tercantik di Indonesia yang Bisa Jadi Destinasi Wisata (Google Maps)

Suara.com - Tantangan sektor pertanian di Indonesia saat ini semakin banyak. Mulai dari perubahan lingkungan dan sumber daya alam pertanian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketahanan, keamanan dan diversifikasi pangan, sumberdaya manusia, regulasi, mekanisasi dan modernisasi sistem pertanian, luasan lahan pertanian, digitalisasi industri yang merambah semua sektor, hingga tren pertanian 4.0.

“Untuk menjawab tantangan sektor pertanian, maka semua stakeholders perlu bersinergi dan berkontribusi dalam bidang Food and Agriculture (FA). Tidak hanya pemerintah atau kementerian pertanian, tetapi juga penyuluh lapangan, pemerintah daerah, industri, akademisi, milenial maupun media," ujar Ketua Tim Teknis Komisi Pestisida, dan juga Chairman of IFADS, Iskandar Andi Nuhung dalam keterangannya, Sabtu (14/12/2019).

Populasi masyarakat Indonesia yang diperkirakan mencapai 300 juta pada tahun 2030 membuat pemerintah harus mengantisipasi langkah-langkah tepat untuk menyediakan pangan yang memadai, aman, dan berkualitas.

Berbagai upaya tentu perlu dilakukan, seperti meningkatkan produksi pertanian yang diselaraskan dengan program berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemerintah pun telah mempunyai Roadmap SDGs menuju 2030 yang sejalan dengan SDGs yang telah ditetapkan oleh PBB.

Tujuan SDGs dalam bidang pertanian adalah mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Beberapa komitmen yang bisa dilakukan antara lain membuat tanaman menjadi lebih efisien, menyelamatkan lebih banyak lahan pertanian, membantu keanekaragaman hayati untuk berkembang, memberdayakan petani kecil, mendukung keamanan pangan bagi manusia, dan melindungi setiap pekerja.

“Untuk mewujudkan berbagai komitmen tersebut di Indonesia, maka perlu didukung Sumber Daya Manasia (SDM) khususnya petani dan penyuluh pertanian. Tantangannya adalah sebagian besar petani Indonesia berusia 45 tahun ke atas atau lebih. Tanpa adanya regenerasi, Indonesia terancam akan kekurangan SDM yang bekerja di sektor pertanian. Untuk itu pemerintah dan industri perlu mendorong generasi milenial untuk terjun di sektor pertanian,” tambah Iskandar Andi Nuhung.

Umur bukanlah satu-satunya faktor berkurangnya sumber daya manusia di sektor pertanian Indonesia. Produktivitas yang rendah, yang disebabkan oleh kurangnya akses ke teknologi dan informasi pertanian modern, telah memaksa banyak petani untuk beralih ke pekerjaan yang lebih cepat menghasilkan.

baca juga

“Bagi milenial, profesi petani identik dengan pekerjaan kasar, berkotor-kotoran dan berpenghasilan rendah. Sementara milenial sangat akrab dengan gadget, media sosial dan teknologi digital. Maka kami menawarkan solusi, bagaimana memanfaatkan teknologi pertanian 4.0 untuk menarik milenial agar mau terjun di sektor pertanian, “ ujar Irsan Rajamin, pendiri Habibi Garden, perusahaan startup di bidang pertanian yang telah menerapkan Internet of Things (IoT) untuk pertanian di Indonesia.

Irsan juga mempresentasikan beberapa proyeknya yang telah berhasil dalam pemanfaatan IoT. Ia mencontohkan keberhasilan Pak Sarwo, seorang petani cabe di Lampung, yang telah berhasil meningkatkat produksinya hingga 8 ton per hektar setelah memanfaatkan teknologi digital kreasi Habibi Garden dalam pemantauan kebutuhan air pada tanaman cabe.

Dari kalangan Industri Perlindungan Tanaman dan Perbenihan, Midzon Johannis memaparkan pentingnya riset dan pengembangan untuk menjawab tantangan sektor pertanian modern di Indonesia ke depan.

Syngenta Indonesia menjadikan riset dan perspektif petani sebagai aspek fundamental dalam pengembangan teknologi perlindungan tanaman dan benih. Data riset yang dihasilkan menjawab kontribusi teknologi Syngenta terhadap kualitas dan keamanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani serta penanganan tantangan lingkungan pertanian.

“Kami juga mempunyai banyak program yang mendukung Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani kecil seperti meningkatkan produktivitas melalui Klub 10 Ton, menyusun rantai pasokan terpadu dan model pembiayaan mikro, mengadakan pelatihan bagi Usaha Kecil Menengah dalam program Partner Grow, pelatihan manajemen keamanan dan kesehatan bagi petani dalam program Stewardship, mengadakan Pusat Pembelajaran Pertanian Syngenta (Syngenta Learning Center), dan Expo pertanian di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Midzon Johannis.

Sementara, Profesor Dr. Ir. Dadang, M.Sc., sebagai Ketua Tim Teknis Komisi Pestisida mengungkapkan bahwa potensi sektor pertanian di Indonesia masih sangat besar karena Indonesia merupakan salah satu pusat mega diversity tanaman pangan di dunia, beriklim tropis, bisa bercocok tanam sepanjang tahun, beraneka jenis tanaman pangan dan perkebunan bisa tumbuh, dan mempunyai potensi pasar yang besar.

“Pada waktu krisis 98 satu-satunya sektor yang surplus hanya pertanian. Karena itu kita bisa bertahan,” ujarnya menambahkan.

Profesor Dadang juga mengungkapkan saat kini masalah hama penyakit yang menjadi tantangan utama dalam budidaya pertanian dibanding misalnya seperti masalah pupuk dan kesuburan lahan. Hal itu terjadi karena perubahan iklim sangat mendukung perkembangan hama, pathogen, dan gulma berkembang cepat.

"Oleh karena itu penggunaan pestisida yang menjadi bagian integrated farming system menjadi penting peranannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Ternyata Pesatnya Kemajuan Daya Ekspor Hewan di Indonesia

Begini Ternyata Pesatnya Kemajuan Daya Ekspor Hewan di Indonesia

Your Say | Kamis, 12 Desember 2019 | 15:49 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 3 Kali Lipat di 2020-2024 dari Sektor Perkebunan

Kementan Targetkan Ekspor 3 Kali Lipat di 2020-2024 dari Sektor Perkebunan

Bisnis | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:17 WIB

Kementan dan IPB Akselerasi Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

Kementan dan IPB Akselerasi Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 07:23 WIB

Terkini

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

×