Perang Benih Lobster Edhy Prabowo Vs Susi Pudjiastuti Makin Panas

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Selasa, 17 Desember 2019 | 15:48 WIB
Perang Benih Lobster Edhy Prabowo Vs Susi Pudjiastuti Makin Panas
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam di laut Natuna Utara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Perdebatan antara Susi Pudjiastuti dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo masih berlanjut. Kali ini Susi membantah pernyataan Edhy yang menyamakan ekspor benih lobster dengan nikel.

Menurut Susi, nikel adalah benda mati dan tidak sama seperti lobster yang bisa berkembang biak. Hal ini disampaikan Susi melalui kicauan di akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti.

"Nikel itu benda mati tidak bisa beranak pinak diambil akan habis. Lobster itu mahluk hidup bernyawa, berkembang biak/ beranak pinak. Kita jaga habitat & keberlanjutan bibit-bibitnya di alam pasti Lobster itu akan tetap ada, banyak sepanjang masa untuk kita ambil, makan & jual," tulis Susi, Selasa (17/12/2019).

Lobster, menurut Susi, merupakan sumber daya alam yang reneawble maka dari itu negara wajib menjaganya.

"(Lobster) salah satu dari sedikit SDA laut yang bisa diakses/ ditangkap dengan mudah oleh pancing, bubu dari para nelayan kecil di pesisir. Pengambilan tidak perlu dengan kapal besar/alat modern lainnya. Negara wajib menjaga sumber livelyhood nelayan kecil ini dengan benar & baik," kata Susi.

Wanita kelahiran Pangandaran ini berkeyakinan bahwa pengelolaan lobster yang dilakukan dengan instan, ekstraktif dan masif harus dilarang.

"Apalagi pengambilan plasma nutfahnya. Its A NO NO!" ucap Susi

Ia mengingatkan penurunan jumlah lobster hasil tangkapan nelayan yang terjadi di Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Jogja, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sumatera.

"Sebelum tahun 2000an Lobster ukuran lebih dari 100 gram di Pangandaran & sekitarnya pada saat musim bisa 3 sd 5 ton per hari. Sekarang 100 kg/ hari saja tidak ada," kata Susi.

baca juga

"Satu nelayan pancing bisa dapat 2kg sd 5kg/hari. Sekarang mereka hanya dapat 1 atau 2 ekor saja. Lobster telah berkurang banyak (emotikon)," imbuhnya.

Susi pun membandingkan pengelolaan lobster yang dilakukan oleh negara-negara lain.

"Australia, India, Cuba dll yang ada Panulirus Hommarus (jenis lobster) mereka tidak ambil bibitnya, mereka ambil size tertentu saja. Australia min 1 pound & max size juga diatur. Yang besar bisa jadi indukan yang produktif. Mereka tidak budidayakan bibit, tidak ekspor bibit. Apakah karena mereka lebih bodoh dari kita?" ungkapnya.

Sederet kicauan Susi ini telah mendapatkan banyak respon dari warganet. Ada sekitar 800-1000 like yang diberikan warganet pada cuitan-cuitan tersebut.

Warganet yang berkomentar di cuitan thread tersebut pada umumnya mendukung protes yang dilakukan Susi.

Misalnya, komentar yang ditulis @Joenokia3,"Teruslah mengkritisi kebijakan yang merugikan banyak rakyat. Sehat selalu bu Susi".

Akun @budisukaisih juga berkomentar, "Analogi lobster vs nikel, itukah logika dari seorang menteri? Cerdas sekali beliau. Bu susi, jangan kendor, tetaplah bersuara walaupun di luar pagar tapi tetap bersama rakyat Indonesia".

Untuk diketahui, Susi Pudjiastuti dibuat geram dengan wacana ekspor benih lobster yang bakal diterapkan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) Edhy Prabowo.

Bukan tanpa asalan, semasa menjabat sebagai Menteri KKP, Susi mengeluarkan kebijakan larangan ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 1/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Namun kebijakan tersebut rencananya akan dihapus.

Alhasil, Susi kerap melayangkan protes tentang kebijakan tersebut lewat media sosial. Mulai dari mengunggah ulang komentar warganet yang sependapat dengannya hingga menjelaskan jumlah kerugian negara akibat kebijakan ekspor benih lobster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster, Presiden Jokowi: Jangan Awur-awuran

Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster, Presiden Jokowi: Jangan Awur-awuran

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2019 | 15:08 WIB

Dukung Lobster Edhy Prabowo, Gerindra Semprot Susi: Nggak Usah Pencitraan

Dukung Lobster Edhy Prabowo, Gerindra Semprot Susi: Nggak Usah Pencitraan

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 13:15 WIB

Wakil Ketua DPR yang Terhormat Ini Dapat Cuitan Tajam dari Susi Pudjiastuti

Wakil Ketua DPR yang Terhormat Ini Dapat Cuitan Tajam dari Susi Pudjiastuti

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 08:28 WIB

Terkini

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:51 WIB

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Cabut dari Timnas Indonesia, Eks Asisten Patrick Kluivert Pilih Latih Bekas Tim Eliano Reijnders

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 17:43 WIB

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:42 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 17:41 WIB

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:40 WIB

×