Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pengusaha Kakap Bawa Uang Puluhan Miliar Dolar AS Sambangi Luhut

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 10 Januari 2020 | 13:05 WIB
Pengusaha Kakap Bawa Uang Puluhan Miliar Dolar AS Sambangi Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disambangi pengusaha kelas kakap asal Amerika Serikat (AS) Adam Boehler.(Suara.com/Fadil)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disambangi pengusaha kelas kakap asal Amerika Serikat (AS) Adam Boehler. Adam berserta rombongan datang dengan bendera CEO International Development Finance Corporation (DFC) tujuannya tentu ingin berinvestasi di tanah air.

Luhut mengatakan dalam pertemuan yang singkat sekitar 20 menit tersebut, DFC ternyata cukup tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama terkait dengan sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini mau dan sedang digarap pemerintah.

"Mereka mau masuk ke Indonesia, mau ke beberapa proyek dari pariwisata hingga infrastruktur," kata Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dari beberapa proyek infrastruktur yang DFC tertarik, Luhut mengatakan bahwa salah satunya adalah proyek infrastruktur pembangunan jalan tol, seperti di Jawa hingga Sumatera.

"Mungkin juga di Tol Road Jawa atau Sumatera dan juga mungkin di turis, juga di sovereign wealth fund yang kita juga bisa nanti bersama Jepang, Australia, Amerika atau negara lain," kata Luhut.

Luhut menyebut DFC berkomitmen membawa puluhan miliar dolar uang mereka untuk berinvestasi, meski begitu Luhut tak mengatakan angka persisnya.

"Komitmen mereka multi bilion dolar. Kami mau segera mulai, working team sedang bekerja proyeknya tuh," kata Luhut.

Informasi saja ini merupakan kunjungan resmi pertama Adam Boehler sejak peluncuran lembaga baru DFC beberapa waktu lalu yang merupakan badan baru pemerintah Amerika Serikat yang mengkonsolidasikan dan memodernisasi Overseas Private Investment Corporation (OPIC) dan Development Credit Authority (DCA) di bawah Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Dengan jumlah investasi lebih dari dua kali lipat, sebesar 60 juta dolar AS, dan instrumen finansial baru, DFC memiliki kapasitas untuk secara lebih efekftif memobilisasi modal sektor swasta untuk memprioritaskan kawasan-kawasan di seluruh dunia, seperti Indo-Pasifik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Ajak Pengusaha Singapura Tanam Modal di Ibu Kota Baru

Luhut Ajak Pengusaha Singapura Tanam Modal di Ibu Kota Baru

Bisnis | Jum'at, 10 Januari 2020 | 06:30 WIB

Soal Natuna, Menko Maritim: Jangan Terus Ngomong Pemerintah Jual Kedaulatan

Soal Natuna, Menko Maritim: Jangan Terus Ngomong Pemerintah Jual Kedaulatan

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 04:05 WIB

Menko Luhut: Pemerintah Sudah Minta Coast Guard China Pergi dari Natuna

Menko Luhut: Pemerintah Sudah Minta Coast Guard China Pergi dari Natuna

News | Senin, 06 Januari 2020 | 17:17 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB