Kunjungan Turis Tak Capai Target, DPR Panggil BUMN Sektor Pariwisata

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Kunjungan Turis Tak Capai Target, DPR Panggil BUMN Sektor Pariwisata
Wisatawan asing membawa sepeda di kawasan wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (26/11). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya mencapai 16,1 juta sepanjang 2019.

Suara.com - Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian BUMN dan Perusahaan BUMN sektor pariwisata pada hari ini Selasa (4/2/2020). Dari Kementerian BUMN diwakili Plt Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Hendrika Nora O Sinaga.

Sementara dari perusahaan BUMN yang hadir adalah PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) Borobudur dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Y Manurung mengatakan, RDP kali ini para anggota dewan ingin mengetahui apa saja rencana strategis yang ingin dilakukan perusahaan BUMN Sektor pariwisata dalam mendorong jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke tanah air.

Pasalnya dari data BPS jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya mencapai 16,1 juta sepanjang 2019. Meski naik 1,9 persen dari tahun sebelumnya, jumlah itu meleset dari target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni 18 juta kunjungan.

"Karena itu Komisi VI dalam menjalankan fungsi pengawasan ingin menggali dan mengetahui tantangan dan hambatan yang dihadapi BUMN sektor pariwisata," kata Martin.

Ada dua agenda dalam rapat ini. Ia menyebut agenda rapat kali ini ialah perkenalan dan pembahasan isu aktual terkait BUMN pariwisata.

"Sesuai undangan agenda rapat pertama perkenalan mitra kerja, secara khusus BUMN bidang pariwisata dan pembahasan isu aktual," terangnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mulai ketar-ketir terkait penyebaran virus corona di sektor pariwisata.

"Kewaspadaan tentu, bagaimana pola waktu virus SARS terjadi pengaruhnya penetrasinya ke Indonesia seperti apa. Sektor pariswisata tentu saja akan terpengaruh dan ini yang mungkin harus kita waspadai," kata Sri Mulyani.

Jika sektor ini terancam, lanjut Sri Mulyani ujung-ujungnya adalah target ekonomi nasional bisa saja tak tercapai, mengingat salah satu sumber pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor pariwisata.

"Karena kan kita selalu mengatakan sektor wisata yang salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang kita andalkan," katanya.

Apalagi kata dia, sejumlah destinasi wisata unggulan tanah air saat ini tengah dibangun dan dipugar, sehingga diharapkan dapat mendatangkan turis asing lebih banyak lagi.

"Terutama destinasi pariwisata tahun 2020 harusnya selesai. Kan ini tempat kita melakukan promosi ya," katanya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2019 memperlihatkan kunjungan wisman asal China menempati urutan kedua dengan jumlah wisman yang datang mencapai 1,92 juta wisman. Sementara diurutan satu adalah wisman asal Malaysia dengan jumlah mencapai 2,83 juta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS