Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 05 Februari 2020 | 15:32 WIB
Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini sudah banyak negara di dunia mulai kehabisan amunisi dalam membendung pelemahan ekonomi global dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

"Sekarang satu dekade terakhir banyak negara yang tanda kutip kekurangan atau kehabisan amunisi, strategi untuk hadapi pelemahan ekonomi tersebut," kata Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2020 di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dalam rentang 10 tahun terakhir ini, menurut Sri Mulyani tahun 2019 merupakan tahun yang paling berat, menurut dia pelemahan ekonomi global sudah berada dipuncaknya, tetapi pelemahan ekonomi global berpotensi kembali terjadi pada tahun ini.

"2019 catatkan pertumbuhan ekonomi terlemah terutama trade (perdagangan) dan saya yakin yang hadir di forum ini ikuti perkembangan global, tahun lalu 2019 pasti tahu banyak negara di dunia yang menerapkan kebijakan untuk menghadapi perlemahan ekonomi global dan perbaiki ekonomi mereka sendiri," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, ketidakpastian global masih akan terjadi pada tahun ini dan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia.

Tapi, berkaca pada kondisi 2018 dan 2019, ia memprediksi ekonomi domestik masih dapat menjaga momentum pertumbuhan di kisaran 5 persen di tengah guncangan faktor eksternal.

"RI ini adalah anomali dari gambaran global karena pertumbuhan ekonomi kita catatkan angka 5 persen karena ini hal historis bagi pertumbuhan ekonomi RI sendiri dan salah satu pendukung adalah adanya domestic demand," paparnya.

"RI berhasil pertahankan pertumbuhan ekonomi melalui penerapan kebijakan dan instrumen kebijakan yang diterapkan dengan baik," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya

Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 12:32 WIB

Rektor Perbanas Sebut Ekonomi Global Berpotensi Resesi

Rektor Perbanas Sebut Ekonomi Global Berpotensi Resesi

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 11:52 WIB

Virus Corona Mulai Jangkiti Ekonomi Global, Menteri Sri Mulyani Waspada

Virus Corona Mulai Jangkiti Ekonomi Global, Menteri Sri Mulyani Waspada

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:33 WIB

Terkini

Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN

Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:40 WIB

Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?

Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:26 WIB

IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham

IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:16 WIB

Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat

Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB

Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh

Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:52 WIB

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:13 WIB

Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:18 WIB

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04 WIB