Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Februari 2020 | 15:32 WIB
Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini sudah banyak negara di dunia mulai kehabisan amunisi dalam membendung pelemahan ekonomi global dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

"Sekarang satu dekade terakhir banyak negara yang tanda kutip kekurangan atau kehabisan amunisi, strategi untuk hadapi pelemahan ekonomi tersebut," kata Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2020 di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dalam rentang 10 tahun terakhir ini, menurut Sri Mulyani tahun 2019 merupakan tahun yang paling berat, menurut dia pelemahan ekonomi global sudah berada dipuncaknya, tetapi pelemahan ekonomi global berpotensi kembali terjadi pada tahun ini.

"2019 catatkan pertumbuhan ekonomi terlemah terutama trade (perdagangan) dan saya yakin yang hadir di forum ini ikuti perkembangan global, tahun lalu 2019 pasti tahu banyak negara di dunia yang menerapkan kebijakan untuk menghadapi perlemahan ekonomi global dan perbaiki ekonomi mereka sendiri," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, ketidakpastian global masih akan terjadi pada tahun ini dan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia.

Tapi, berkaca pada kondisi 2018 dan 2019, ia memprediksi ekonomi domestik masih dapat menjaga momentum pertumbuhan di kisaran 5 persen di tengah guncangan faktor eksternal.

"RI ini adalah anomali dari gambaran global karena pertumbuhan ekonomi kita catatkan angka 5 persen karena ini hal historis bagi pertumbuhan ekonomi RI sendiri dan salah satu pendukung adalah adanya domestic demand," paparnya.

"RI berhasil pertahankan pertumbuhan ekonomi melalui penerapan kebijakan dan instrumen kebijakan yang diterapkan dengan baik," tambahnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya

Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 12:32 WIB

Rektor Perbanas Sebut Ekonomi Global Berpotensi Resesi

Rektor Perbanas Sebut Ekonomi Global Berpotensi Resesi

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 11:52 WIB

Virus Corona Mulai Jangkiti Ekonomi Global, Menteri Sri Mulyani Waspada

Virus Corona Mulai Jangkiti Ekonomi Global, Menteri Sri Mulyani Waspada

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:33 WIB

Terkini

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:02 WIB

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:21 WIB

×