Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Pelaku usaha khawatir pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia pada 1 Juni 2026 mengganggu pasar ekspor komoditas nasional.
  • Managing Director Danantara, Rohan Hafas, menegaskan perdagangan tetap mengacu pada mekanisme harga bursa komoditas internasional yang berlaku.
  • PT Danantara Sumber Daya Indonesia dibentuk untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan investasi komoditas strategis bagi perekonomian nasional.

Suara.com - Rencana pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) memunculkan kekhawatiran dari sebagian pelaku usaha, khususnya di sektor sawit dan batu bara. 

Sejumlah pihak menyoroti potensi gangguan terhadap pasar ekspor yang selama ini telah terbangun antara eksportir dan pembeli di luar negeri.

Salah satu persoalannya mengenai relasi bisnis yang selama ini sudah terbentuk antara perusahaan dalam negeri dengan pembeli atau importir dari berbagai negara.

Pelaku usaha disebut telah memiliki pasar dan pelanggan masing-masing, sehingga muncul pertanyaan mengenai dampak pembentukan DSI terhadap pola perdagangan yang sudah berjalan.

Menanggapi hal itu, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan perdagangan komoditas global selama ini telah memiliki mekanisme pasar yang berjalan secara internasional.

"Kalau kekhawatiran pengusaha dari sisi punya langganan atau tidak, bursa komoditas di dunia ini sudah terjadi, sudah terbentuk," kata Rohan kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, komoditas seperti batu bara dan sawit memiliki acuan harga di pasar internasional sehingga proses transaksi dinilai tetap akan mengacu pada mekanisme yang berlaku.

Ilustrasi batubara. [Pixabay]
Ilustrasi batubara. [Pixabay]

"Mereka juga, kalau kita beli minyak kan Indonesia juga beli di bursa, brent oil. Pembeli-penjual ada matchmaker-nya," ujarnya.

Rohan mengatakan, pada tahap kedua operasionalnya nanti PT DSI akan berperan sebagai trader yang membeli komoditas dari eksportir sebelum menjualnya kembali ke pasar internasional.

baca juga

Dalam skema tersebut, perusahaan disebut akan membeli komoditas dengan mengacu pada harga pasar yang berlaku.

"Harganya dia mau minta lebih, enggak bisa dong di bursa-bursa dunia ini angkanya segini," katanya.

Selain kekhawatiran dari pelaku usaha, muncul pula pertanyaan mengenai respons investor terhadap kebijakan baru tersebut. 

Sejumlah pihak menilai perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dapat menimbulkan persepsi ketidakpastian.

Namun, Danantara menilai keberadaan DSI justru diharapkan dapat mendukung tata kelola perdagangan yang lebih transparan.

Menurut Rohan, pembentukan DSI ditujukan untuk memperkuat pengelolaan perdagangan komoditas strategis nasional.

"This is only for Indonesia. Kalau uangnya masuk, tumbuh perekonomian, tumbuh investasi di dalam negeri," ucapnya.

PT DSI dijadwalkan mulai beroperasi efektif pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, komoditas yang akan masuk ke dalam skema tersebut meliputi batu bara, sawit, dan paduan logam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:19 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

×