IHSG Awal Pekan Dibuka Memerah Terkena Aksi Profit Taking

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Februari 2020 | 09:26 WIB
IHSG Awal Pekan Dibuka Memerah Terkena Aksi Profit Taking
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini Senin (10/2/2020) kembali dibuka melemah ke level 5.993,37.

Mengutip data perdagangan RTI, IHSG dibuka di level 5.993,37 turun 6,23 poin atau melemah 0,10 persen.

Memerahnya IHSG pada perdagangan kali ini juga diikuti indeks LQ45 yang turun 12 poin atau 1,31 persen ke level 964,24.

Mengawali pembukaan perdagangan terdapat 43 saham menguat, 85 saham melemah, dan 101 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 34 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 54 miliar.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 31 poin atau 0,23 persen ke level Rp 13.706 per dolar AS.

Analis dari PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, setelah seminggu lalu IHSG menguat sebesar 1 persen disertai Net Buy Asing Rp 143,68 miliar, diawal minggu ini, justru ada peluang terkena aksi profit taking seiring jatuhnya Indeks DJIA sebesar -0.94 persen & EIDO -1.33 persen dalam perdagangan Senin ini.

Jatuhnya harga beberapa komoditas Jumat pekan lalu seperti Nikel -2.10 persen, Timah -2.49 persen CPO -1.40 persen, Oil -0.98 persen & Cial -1.72 persen turut menyumbang kejatuhan IHSG dihari Senin ini.

"Mengetahui IHSG berpeluang turun dalam perdagangan Senin ini, kami tetap bersemangat merekomendasikan investor melakukan trading harian atas saham dari Sektor Retail, Infrastruktur, Logam, Konsumer, TI dan Kimia/Energi dalam perdagangan Senin ini," kata Edwin.

Edwin menuturkan, mayoritas bursa saham di developed economies bergerak bervariatif. Indeks Hang Seng ditutup melemah -0.33 persen lalu indeks Shanghai ditutup menguat sebesar +0.33 persen dan Indeks Kospi ditutup melemah sebesar -1.32 persen.

baca juga

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -0.94 persen di level 29,102 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar -0.54 persen.

Wall Street ditutup melemah dikarenakan dampak dari virus corona yang semakin memakan jumlah korban meninggal mencapai 800 lebih orang, jumlah ini melebihi dari wabah SARS pada tahun 2002-2003 lalu, pelaku pasar masih mengukur dampak dari virus Corona terhadap proyeksi perekonomian dunia setelah aktivitas bisnis dan ekonomi negara China diliburkan beberapa pekan lalu.

Di samping itu, pasar komoditi, harga Tinyang melemah -3.14 persen harga Coal melemah -1.72 persen dan harga Nickel yang mengalami pelemahan -2.22 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Kebakaran Imbas Virus Corona

IHSG Dibuka Kebakaran Imbas Virus Corona

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2020 | 09:50 WIB

Pergerakan IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Dalam Fase Konsolidasi Wajar

Pergerakan IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Dalam Fase Konsolidasi Wajar

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2020 | 08:42 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Terkoreksi Melanjutkan Pelemahan Kemarin

IHSG Hari Ini Diprediksi Terkoreksi Melanjutkan Pelemahan Kemarin

Bisnis | Selasa, 21 Januari 2020 | 08:43 WIB

Terkini

Motor Murah untuk Kerja dan Usaha: Ini 5 Opsi Bebek Bekas Paling Bandel di Bawah 5 Jutaan

Motor Murah untuk Kerja dan Usaha: Ini 5 Opsi Bebek Bekas Paling Bandel di Bawah 5 Jutaan

Otomotif | Selasa, 01 September 2026 | 17:45 WIB

3 Rekomendasi HP Infinix Baterai Besar, Siap Temani Aktivitas dari Pagi sampai Malam

3 Rekomendasi HP Infinix Baterai Besar, Siap Temani Aktivitas dari Pagi sampai Malam

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 17:43 WIB

Tanpa Kartu dan Ponsel, PolPay Buatan Mahasiswa UGM Tawarkan Transaksi Praktis Lewat Biometrik

Tanpa Kartu dan Ponsel, PolPay Buatan Mahasiswa UGM Tawarkan Transaksi Praktis Lewat Biometrik

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:42 WIB

Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Temui Pria yang Dikenal via Aplikasi Kencan

Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Temui Pria yang Dikenal via Aplikasi Kencan

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:41 WIB

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Video | Selasa, 01 September 2026 | 17:40 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:38 WIB

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:34 WIB

Berhenti Cari Aman: 9 Potongan Rambut Wajah Oval yang Bikin Penampilanmu Berubah Total

Berhenti Cari Aman: 9 Potongan Rambut Wajah Oval yang Bikin Penampilanmu Berubah Total

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:30 WIB

Benarkah Sawit Penyebab Karhutla? Fakta Pembukaan Lahan yang Terus Berulang

Benarkah Sawit Penyebab Karhutla? Fakta Pembukaan Lahan yang Terus Berulang

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 17:28 WIB

Beban Tak Terlihat Sandwich Generation: Menanggung Dua Generasi Sekaligus

Beban Tak Terlihat Sandwich Generation: Menanggung Dua Generasi Sekaligus

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:25 WIB

×