Pelindo III Bangun Tempat Upacara Melasti di Bali

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pelindo III Bangun Tempat Upacara Melasti di Bali
Umat Hindu membawa benda-benda sakral saat melaksanakan ritual Melasti rangkaian pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Pantai Watu Klotok, Klungkung, Bali, Sabtu (2/3). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Pelindo III membangun tempat upacara Melasti bagi umat Hindu di wilayah Pedungan Bali.

Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III membangun tempat upacara Melasti bagi umat Hindu di wilayah Pedungan Bali. Hal ini untuk memperkokoh berbagai kegiatan ekonomi, dengan penguatan adat dan budaya masyarakat setempat, termasuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalankan ibadah keagamaan maupun upacara adat.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menjelaskan bahwa pembangunan tempat ibadah ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar Pelabuhan Benoa.

"Pelindo III terus berupaya untuk hadir tidak hanya dalam meningkatkan perekonomian Bali namun juga bisa hadir dalam berbagai kebutuhan sosial masyarakat Bali," ujar Doso dalam keterangannya, Senin (24/2/2020).

Pembangunan area melasti bagi warga desa adat menjadi bagian rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub.

Pelindo III telah membangun area peribadatan seluas kurang lebih 1,1 hektar yang terdiri dari area parkir dan area suci atau area sembahyang.

Warga desa adat sekitar bisa langsung menggunakan lokasi tersebut untuk berbagai kegiatan adat dan agama seperti tempat ibadah dan upacara pensucian pretina yang dilaksanakan saat menyambut Hari Raya Nyepi serta untuk upacara penghanyutan abu jenazah pada saat upacara Ngaben.

Lebih lanjut, Direktur Utama Pelindo III menyampaikan bahwa Pelabuhan Benoa Baru akan mengakomodir kemajuan teknologi dengan pembangunan yang berpedoman pada "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang dicanangkan Gubernur untuk menuju Bali Era Baru. Kalimat tersebut memiliki arti menjaga kesucian dan keharmonisan Bali beserta isinya.

Pengembangan budaya dan sosial adalah bagian tak terpisahkan pembangunan ekonomi yang ideal. Artinya, pembangunan ekonomi harus memberikan ruang bagi kebutuhan sosial masyarakat sekitar.

Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih kokoh ikatan sosialnya, sekaligus semakin kuat ketahanan ekonomimya.

"Dan semoga dengan kami sediakan lokasi melasti ini, warga desa adat sekitar khususnya warga desa Pedungan bisa lebih khitmad dalam menjalankan ibadah," imbuhnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS