Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementan Terus Mendorong Optimalisasi Penggunaan Alat Mesin Pertanian

Fabiola Febrinastri

Minggu, 01 Maret 2020 | 15:25 WIB
Kementan Terus Mendorong Optimalisasi Penggunaan Alat Mesin Pertanian
Ilustrasi Program Serasi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan). Kesuksesan pemanfaatan alsintan saat ini dinilai lebih dari 75 persen, yang mencakup 33 provinsi di Indonesia

Hal ini disampaikan Ditjen PSP Kementan melalui Rapat Teknis (Ratek) dan Pengelolaan Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 Wilayah III, 26-28 Februari, di Hotel Best Western, Solo, Jawa Tengah. Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, daerah harus lebih mengoptimalkan alsintan yang sudah didistribusikan.
 
“Alsintan sudah didistribusikan merata. Tingkat kesuksesan program ini sudah lebih dari 75 persen. Untuk itu, optimalisasi harus terus ditingkatkan. Bagaimanapun, dukungan pemerintah pusat pada daerah luar biasa. Daerah juga membutuhkan Alsintan. Jangan lupa, keberhasilan ini dipublikasikan di media, agar semua tahu kalau pemanfaatan Alsintan sangat luar biasa,” kata Andi, Jateng, Kamis (27/2/2020).
 
Mendukung produktivitas, suport besar terus diberikan Ditjen PSP Kementan. Untuk tahun ini, alokasi anggaran besar Kementan sudah disiapkan dengan nilai mencapai Rp 927,304 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan 14.664 unit alsintan, berupa traktor roda 2, 5.046 unit dan 1.210 unit traktor roda 4 TP.
 
Petani juga mendapatkan kuota 6.356 unit pompa air hingga 462 unit rice transplanter. Ada juga 50.000 unit seeding tray dan cultivator, yang mencapai 1.590 unit.

Bila digabungkan antara pusat dan daerah, maka alokasi anggaran dan pengadaan unit alsintan semakin besar. Untuk total anggarannya mencapai Rp 1,169 triliun, dengan jumlah alsintan 23.440 unit di sepanjang 2020.
 
Dari total 23.440 alsintan tersebut, terdapat 8.500 unit traktor roda 2. Namun untuk traktor roda 4 TP tetap tersedia 1.210 unit.

Untuk pompa air memiliki kuota maksimal 10.000 unit, lalu ada 1.100 unit rice transplanter. Adapun seeding tray tetap 50.000 unit dan jumlah maksimal 2.630 unit cultivator.

Andi menegaskan, komunikasi intensif harus dilakukan daerah untuk mengoptimalkan Alsintan.
 
“Alsintan banyak yang sudah diterima oleh daerah. Hanya saja, optimalisasinya di daerah masih belum maksimal. Belum dimanfaatkan dengan baik oleh mereka. Kementan pada dasarnya hal ini tidak mau terjadi. Kami juga siap merelokasi Alsintan yang tidak terpakai ke daerah lain. Tapi lagi-lagi, kami ini terbentur dengan masalah komunikasi dari daerah,” tegas Andi lagi.
 
Optimalisasi fungsi alsintan, saat ini dihadapkan pada minornya komunikasi dari daerah. Dari 33 provinsi sebaran alsintan, hanya 3 provinsi saja yang kooperatif.

Mereka secara detail melaporkan pemanfaatan alsintan tersebut. Provinsi yang aktif melaporkan pemanfaatan alsintan adalah Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
 
“Alsintan harus dimanfaatkan lebih baik baik sehingga bisa mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini tentu perlu komunikasi yang lebih baik dari daerah, sebab baru 3 dari 33 provinsi yang sudah melaporkan manfaat alsintan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada mereka. Lalu bagi provinsi yang belum, harus segera melaporkan pemanfaatan alsintannya, agar relokasi bisa segera dilakukan,” jelas Andi.
 
Lebih lanjut, Andi memaparkan, kegiatan Direktorat Alsintan Kementan tahun ini sangat bervariasi. Selain batuan alsintan, ada juga perbengkelan alat dan mesin pertanian.

Untuk menaikan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dilakukan Bimbingan Teknis Kelembagaan Alsintan. Adapun beberapa program baru menyasar Monitoring, Evaluasi, dan Pelaoran Kegiatan.
 
“Dukungan yang diberikan Kementan itu sangat optimal. Bentuknya beragam, karena menyasar semua lini. Ada juga beberapa kegiatan baru yang sudah berjalan tahun ini. Intinya, kami ingin membangun hubungan pusat dan daerah yang lebih bagus. Semua instrumennya sudah disiapkan, apalagi sekarang terintegrasi mulai dari perencanaan hingga pemanfaatannya,” papar Andi.
 
Ia berharap, pemerintah provinsi memberikan kabar baik yang bisa diangkat ke permukaan. Apalagi, alsintan sangat membantu para petani.

"Alsintan membuat waktu kerja dan biaya kerja menjadi lebih efisien. Seperti pengolahan lahan, efisiensi waktu kerja mencapai 97,4 persen, sedangkan efisiensi biaya kerja mencapai 40,0 persen," ulasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Kebutuhan Pupuk di Tingkat Petani Dijamin Terjaga Sepanjang 2020

Kementan : Kebutuhan Pupuk di Tingkat Petani Dijamin Terjaga Sepanjang 2020

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2020 | 11:12 WIB

Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir

Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir

Bisnis | Sabtu, 29 Februari 2020 | 18:56 WIB

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:07 WIB

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2020 | 18:50 WIB

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2020 | 15:03 WIB

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

Bisnis | Senin, 24 Februari 2020 | 15:21 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×