Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 29 Februari 2020 | 18:56 WIB
Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. (Dok : Kementan).

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan), saat ini masih mendata jumlah pasti luas lahan persawahan yang terdampak banjir. Kementan menyatakan, pemerintah telah menyiapkan upaya pompanisasi untuk lahan terdampak banjir.

"Kita sudah koordinasi untuk menyiapkan pompanisasi jika terdapat genangan di sawah," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Intensitas hujan yang mulai meningkat di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) sudah menimbulkan banjir di sebagian area persawahan. 

Sarwo memastikan, upaya pencegahan maupun penanggulangan banjir di persawahan tahun ini akan lebih efektif. Kementan, menurut dia, telah menyiapkan seluruh kebutuhan sarana prasarana.

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan bagi para petani yang sawahnya terdampak banjir. Bantuan itu terbagi menjadi dua kategori, yakni sawah dengan asuransi tani dan sawah tanpa asuransi tani.

“Bagi petani yang sawahnya memiliki asuransi tani, pemerintah akan memberikan kompensasi senilai Rp 6 juta per hektare. Sementara untuk petani yang sawahnya tidak memiliki asuransi tani, hanya akan diusulkan pemberian bibit gratis,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kalkulasi kompensasi asuransi itu sudah diperhitungkan dan diperkiran cukup bagi petani untuk melakukan budi daya lahannya, mulai dari pengolahan lahan, membeli benih, dan juga pupuk.

"Mengingat cuaca yang tidak menentu, kami terus dorong petani mengasuransikan lahannya sebelum tanam. Ini agar lebih aman dan nyaman dalam usaha taninya," kata Sarwo.

Dia menambahkan, banjir yang menerjang lahan persawahan di wilayah Jabar belum mengganggu aktivitas pertanian. Menurutnya, kategori banjir yang meredam areal persawahan dapat dikatakan mengganggu, tergantung dari umur tanaman yang terdampak serta tinggi genangan.

baca juga

"Itulah pentingnya mekanisasi pertanian. Kita harus siap selalu pompa air apabila terjadi banjir atau kekeringan," ujarnya.

Belasan ribu hektare sawah setidaknya di 16 kabupaten di Jabar terancam puso, karena terendam banjir. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura Jabar, Hendy Jatnika mengatakan, berdasarkan data terbaru dari pemantauan lapangan petugas kemarin, sejumlah luasan sawah terkena dampak banjir.

“Pantauan bencana alam banjir di 17 kabupaten dari total 166.715 hektare lahan sawah, sebanyak 13.234 hektare sudah terkena banjir. Catatan kami, dari sekian yang terdampak sebanyak 391 hektare sawah puso,” katanya.

Hendy menyebut, puso terjadi di daerah Kabupaten Bandung seluas 70 hektare, lalu Kabupaten Bogor 311 hektare, Subang 5 hektare dan Majalengka 2 hektare. Lahan yang terkena banjir paling banyak sendiri tercatat berada di Kabupaten Cirebon 3.917 hektare, kemudian Subang 3.051 hektare, lalu Bekasi seluas 2.567 hektare dan Karawang 1.522 hektare.

Hendy memastikan pihaknya masih menerjunkan petugas penyuluh pertanian lapangan dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk terus mendata luasan yang terkena banjir.

“Apabila memungkinan, dinas provinsi dan kabupaten akan membantu petani dalam pengadaan benih padi untuk tanam ulang,” pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:07 WIB

Tahun Ini Pemerintah Alokasikan Rp 26,63 Triliun untuk Subsidi Pupuk

Tahun Ini Pemerintah Alokasikan Rp 26,63 Triliun untuk Subsidi Pupuk

Bisnis | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2020 | 18:50 WIB

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2020 | 15:03 WIB

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

Bisnis | Senin, 24 Februari 2020 | 15:21 WIB

Akselerasi Produksi Sapi Dalam Negeri, Mentan Panen 1000 Ekor Pedet

Akselerasi Produksi Sapi Dalam Negeri, Mentan Panen 1000 Ekor Pedet

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:54 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×