Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah Tak Separah Dolar Singapura

Reza Gunadha | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 02 Maret 2020 | 22:39 WIB
Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah Tak Separah Dolar Singapura
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Fauzi)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, dampak pelemahan rupiah akibat wabah virus corona masih kecil dibandingkan negara-negara lainnya.

Menurutnya, mata uang negara seperti Korea Selatan, Singapura, hingga Thailand paling besar dampaknya akibat virus asal China itu.

Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia, rupiah pada Senin (2/3/2020) ini tercatat di level Rp 14.413 per 1 dolar AS. Kondisi ini, terus melemah dibanding Jumat pekan kemarin yang berada di level Rp 14.234 per 1 dolar AS.

Padahal, pada Januari dan Awal Februari Rupiah betah bertengger di level Rp 13.000-an. Namun kondisinya berbalik, akibat adanya wabah virus Corona.

"Soal rupiah, dampak terbesar adalah Korea Selatan, Thailand, dan sejumlah negara lain seperti Singapura dan Malaysia Ringgit dan latin Amerika. Year to date pelemahan rupiah di Indonesia itu lebih rendah dibanding Singapura," ujar Perry di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Meskipun begitu, tutur Perry, BI tetap menjaga stabilitas rupiah dengan intervensi pasar dengan membeli Surat Berharga Negara.

Hingga saat ini, BI telah intervensi pasar sebesar Rp 103 triliun yang mana sebanyak Rp 80 triliun dibeli dari pasar sekunder.

"BI akan terus berada di pasar dengan memastikan intervensi di spot, DNDF, dan pembelia  dari pasar sekunder. Kurs semakin stabil dan sekarang bahkan ada di Rp 14.300. Bit offer itu jalan karena pasar juga konfiden, dan BI tetap berada di pasar," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Buat Rupiah Nyaris Menyentuh Level Rp 14.500 Per Dolar AS

Virus Corona Buat Rupiah Nyaris Menyentuh Level Rp 14.500 Per Dolar AS

Bisnis | Senin, 02 Maret 2020 | 12:32 WIB

Isu Virus Corona Menghempaskan Nilai Rupiah, Kini Rp 14.025 per Dolar AS

Isu Virus Corona Menghempaskan Nilai Rupiah, Kini Rp 14.025 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2020 | 20:57 WIB

Pergerakan Rupiah Masih Loyo Akibat Wabah Virus Corona

Pergerakan Rupiah Masih Loyo Akibat Wabah Virus Corona

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2020 | 08:50 WIB

Rupiah Diprediksi Masih Akan Tertekan Dolar AS Awal Pekan Ini

Rupiah Diprediksi Masih Akan Tertekan Dolar AS Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 24 Februari 2020 | 09:04 WIB

Virus Corona Masih Akan Tekan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Virus Corona Masih Akan Tekan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2020 | 09:08 WIB

Wabah Corona Masih Jadi Ganjalan Penguatan Rupiah Terhadap Dolar

Wabah Corona Masih Jadi Ganjalan Penguatan Rupiah Terhadap Dolar

Bisnis | Senin, 17 Februari 2020 | 08:29 WIB

Virus Corona Masih Jadi Penyebab Loyonya Rupiah Melawan Dolar AS

Virus Corona Masih Jadi Penyebab Loyonya Rupiah Melawan Dolar AS

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 08:20 WIB

Penyebaran Virus Corona Meluas, Rupiah Ikut Keok Lawan Dolar AS

Penyebaran Virus Corona Meluas, Rupiah Ikut Keok Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 08:35 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB