Suara.com - Harga emas kembali menguat pada Senin (2/3/2020) kemarin, setelah mengalami penurunan harian tajam dalam hampir tujuh tahun belakangan ini.
Mengutip Reuters Selasa (3/3/2020) naiknya harga logam mulia ini karena meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh The Fed dan bank sentral lainnya untuk membantu mendongkrak ekonomi global yang terpukul virus corona.
Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.591,84 dolar AS per ounce, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,8 persen lebih tinggi menjadi 1.594,80 dolar AS per ounce.
"Kami melihat sedikit pemulihan dari akhir pekan lalu, (ketika) ada banyak aksi jual untuk menghasilkan likuiditas dan menutupi margin," kata Ryan McKay, analis TD Securities.
"Ada banyak ekspektasi pada penurunan suku bunga dari Federal Reserve, dan juga pemotongan dari bank sentral global lainnya menawarkan dukungan yang sangat baik," tambah Ryan.
Sedangkan Palladium tergelincir 2,9 persen menjadi 2.519,39 dolar AS per ounce, setelah jatuh sebanyaknya 13 persen pada sesi Jumat, terbesar sejak krisis keuangan 2008.
Platinum turun 0,6 persen menjadi 858,42 dolar AS per ounce, sementara perak naik 0,3 persen menjadi 16,72 dolar AS per ounce, setelah keduanya jatuh ke level terendah dalam sekitar enam bulan di sesi sebelumnya.