KKP Harap 1,5 Juta Garam Lokal Diserap Industri, Menperin Sebut Syarat Ini

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 06 Maret 2020 | 21:03 WIB
KKP Harap 1,5 Juta Garam Lokal Diserap Industri, Menperin Sebut Syarat Ini
Menperin Agus Gumiwang. [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menargetkan pada tahun ini 1,5 juta ton garam lokal bisa diserap industri dalam negeri, mengingat saat ini harga garam lokal sedang anjlok-anjloknya.

Menanggapi keinginan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku siap-siap saja industri dalam negeri bisa menyerap garam lokal, tetapi dengan satu syarat standarisasi garam lokal harus memenuhi persyaratan industri.

"Bagus, jadi kami sangat menyambut baik karena itu sebenarnya bukan hal baru, dari tahun 2019 Kementerian Perindustrian sudah memfasilitasi pertemuan antara industri pengguna garam dan petani garam, di kantor kami bahkan, sudah ada MoU yang mewajibkan industri membeli dari petani garam," kata Agus Gumiwang di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Syarat tersebut menjadi mutlak, kata Agus, karena selama ini standarisasi dan kualitas garam lokal sangat susah dipenuhi petani garam karena tak sesuai dengan kebutuhan industri itu sendiri.

"Tapi juga kita perlu mengetahui bahwa subtitusi itu spesifikasinya khusus, dari kebutuhan garam," katanya.

Agus menyampaikan untuk memenuhi standar industri, garam harus mengandung 98 persen natrium klorida (NaCl). Adapun, garam lokal melalui serangkaian upaya teknologi itu baru mengandung 95 persen NaCl.

"Jadi harus dilihat HCL-nya, harus di atas 98 persen, itu hal-hal yang akan diperhatikan industri," katanya.

Berdasarkan data Kemenperin, industri menufaktur mendominasi konsumsi garam yakni 83,7 persen atau 3,5 juta ton pada tahun ini. Industri chlor alkali plant CAP mengonsumsi 67,86 persen, diikuti industri makanan dan minuman 30,35 persen atau 1,1 juta ton.

Kata Agus Kemenperin sudah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara petani garam dan industri pengolah garam untuk bisa menyerap garam lokal.

baca juga

"Jadi itu sebetulnya sudah lama, jadi sudah bukan hal yang baru, bahwa pemerintah menilai petani garam itu penting, itu wujudnya bahwa sudah ada MoU yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian untuk mewajibkan industri pengguna garam untuk membeli garam dari petani garam di Indonesia. Untuk tahun 2020, akan kami tingkatkan dan ini yang tadi dibicarakan dengan Menteri KKP, peningkatan dari sisi kuantitas, tapi juga tentu spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Jalan Buntu Usai Bertemu Gubernur, Petani Garam Desak DPRD Sumenep

Temui Jalan Buntu Usai Bertemu Gubernur, Petani Garam Desak DPRD Sumenep

Jatim | Senin, 14 Oktober 2019 | 15:16 WIB

Garam Madura Disebut Kalah Kualitas dengan NTT, HMPG-S Cari Pembawa Sampel

Garam Madura Disebut Kalah Kualitas dengan NTT, HMPG-S Cari Pembawa Sampel

Jatim | Senin, 02 September 2019 | 16:35 WIB

Sebanyak 50 Ribu Ton Garam Rakyat Menumpuk di Sumenep

Sebanyak 50 Ribu Ton Garam Rakyat Menumpuk di Sumenep

Jatim | Rabu, 20 Maret 2019 | 13:03 WIB

Jokowi Minta Petani Garam Tak Risau dengan Garam Impor

Jokowi Minta Petani Garam Tak Risau dengan Garam Impor

Bisnis | Rabu, 04 April 2018 | 13:37 WIB

2020, Luhut Ingin Indonesia Berhenti Impor Garam

2020, Luhut Ingin Indonesia Berhenti Impor Garam

Bisnis | Sabtu, 10 Februari 2018 | 12:03 WIB

Terkini

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×