Kawasan JIIPE di Gresik Berpotensi Besar Pancing Modal Asing

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Kawasan JIIPE di Gresik Berpotensi Besar Pancing Modal Asing
Dirut Pelindo III Doso Agung (tengah) di Kawasan Perak Timur Surabaya. (antara).

Permohonan JIIPE menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Teknologi dan Manufaktur telah dilakukan sejak setahun lalu.

Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mengajukan Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kabupaten Gresik sebagai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Teknologi dan Manufaktur.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menyatakan, permohonan JIIPE menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Teknologi dan Manufaktur telah dilakukan sejak setahun lalu.

Ia pun berharap, dengan adanya rapat koordinasi antara JIIPE, BKPM dan pemerintah daerah terhadap rencana JIIPE menjadi KEK Teknologi dan Manufaktur bisa segera terwujud, sehingga bisa mempermudah pengembangan JIIPE ke depannya.

"Kita punya bonus demografi. Kita juga punya konsumen yang luar biasa beragam. Jika Kawasan Ekonomi Khusus Teknologi di JIIPE ini bisa terwujud, saya yakin banyak investor yang datang dan menanamkan modal mereka di sini. Ini menjadi peluang kita bersama," ujar Doso Agung dalam keterangannya, Selasa (17/3/2020).

Adapun, JIIPE merupakan kawasan industri di Jawa Timur pertama yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan, dengan luas total mencapai 2.961 hektare.

JIIPE digadang-gadang menjadi salah satu kawasan unggulan penggerak ekonomi Indonesia apabila dapat memperoleh status sebagai KEK Teknologi dan Manufaktur.

Rencana pengembangan kawasan JIIPE menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang Teknologi dan Manufaktur mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung beserta Direksi JIIPE dan jajaran Forkompimda setempat pada Sabtu (14/3/2020) mendatangi JIIPE untuk melakukan rapat koordinasasi percepatan pembentukan JIIPE sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teknologi dan Manufaktur.

Tak hanya melakukan rapat koordinasi, mereka juga melakukan kunjungan lapangan di kawasan industri JIIPE. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah calon lokasi Smelter milik PT Freeport Indonesia seluas 100 hektare di dalam kawasan JIIPE.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke kawasan pelabuhan JIIPE yang dioperasikan oleh PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan JIIPE adalah salah satu kawasan unggulan yang bisa ditawarkan kepada para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Keunggulan JIIPE adalah terintegrasi antara kawasan industri dan pelabuhan.

Terlebih apabila Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teknologi dan Manufaktur bisa segera ditetapkan. Hal tersebut akan menjadi daya tarik luar biasa bagi para investor.

"Kalau kita lihat ini JIIPE memiliki konsep yang bagus yaitu kawasan indurstri yang langsung terhubung dengan pelabuhan ini adalah potensi buat kita semua," imbuh Bahlil.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS