Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Garuda Indonesia Punya Cucu Usaha Namanya Tahuberes Hingga Sewaan Mobil

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2020 | 14:46 WIB
Garuda Indonesia Punya Cucu Usaha Namanya Tahuberes Hingga Sewaan Mobil
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan rasionalisasi enam cucu usahanya. Hal ini dilakukan, karena terdapat bisnis usaha yang tak sesuai dengan bisnis utama perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, salah satu cucu usaha yang dirasionalisasi yaitu PT Garuda Tahuberes.

Menurutnya, maskapai telah memiliki unit usaha sejenis Garuda Tahuberes yaitu Cargo. Sehingga, nantinya unit usaha Garuda Tahuberes akan dilebur ke unit Cargo.

"Seperti Tahuberes kita masukan ke dalam bagian Garuda sendiri. Jadi akan lebih efisien dan tepat dalam pengambilan keputusannya. Kemudian tidak perlu banyak jalur," ujar Irfan kepada wartawan lewat Video Conference di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Selain itu, lanjut Irfan, beberapa cucu usaha akan kembali dikaji keberadaannya. Seperti, cucu usaha yang bergerak di bidang sewa mobil, yang seharusnya tak perlu dijalankan oleh perseroan.

"Janganlah Garuda ini mengambil jatah orang lain juga. Orang lain juga bisa melakukan. Seperti sewa mobil juga, ngapain sih Garuda juga mesti punya sewa mobil contonya untuk Garuda. Itu kan bisa untuk orang lain kenapa kita musti tidak mau bekerja sama dengan orang luar," jelas Mantan Direktur Utama PT INTI ini.

Selain itu, Irfan juga mengkaji pemisahan usaha atau Spin off pusat pelatihan atau training center milik perseroan. Nantinya, usaha tersebut dikembalikan menjadi bagian Garuda Indonesia.

"Lalu spin off yang tadinya kita buat lalu dibatalkan pembentukan unit atau PT khusus untuk charter. Yang ternyata kembali lagi menciptakan birokrasi berlebihan dan inefisiensi. Jadi kita kembalikan lagi ke PT Garuda," ucap Irfan.

Adapun berikut daftar, perusahaan yang dirasionalisasi dan dimerger.

  1. PT Rilis Arah Pratama Indonesia (RAPI)
  2. PT Indo Suplai Total Solusi (ISTS)
  3. PT Garuda Energi Logistik dan Komersial (GEKS)
  4. Garuda Tahuberes Indonesia (GTI)
  5. Garuda Indonesia Air Charter (GIAC)
  6. PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia (GITC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80 Anak Hingga Cucu Usaha 3 BUMN Raksasa Ini Kena Efisiensi

80 Anak Hingga Cucu Usaha 3 BUMN Raksasa Ini Kena Efisiensi

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 14:23 WIB

Garuda Indonesia Tetap Terbang ke Australia dan Belanda Ditengah Corona

Garuda Indonesia Tetap Terbang ke Australia dan Belanda Ditengah Corona

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2020 | 07:20 WIB

Virus Corona Covid-19 Mewabah, Garuda Indonesia Babak Belur

Virus Corona Covid-19 Mewabah, Garuda Indonesia Babak Belur

Bisnis | Minggu, 08 Maret 2020 | 21:08 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB