Duh! Skema Relaksasi Perusahaan Leasing Bikin Ojol Makin Pusing

Iwan Supriyatna

Kamis, 09 April 2020 | 13:20 WIB
Duh! Skema Relaksasi Perusahaan Leasing Bikin Ojol Makin Pusing
Sejumlah driver ojek online menjemput penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Perusahaan multifinance (leasing) diminta lebih berempati dan mengikuti permintaan Presiden Jokowi. Leasing diminta kurangi motif keruk untung di tengah situasi sulit buntut dari merebaknya Covid-19.

"Kalau harus bayar Rp 300 ribu di awal supaya dapat keringanan cicilan ya dengan kondisi sekarang berat. Apalagi setelah itu kita masih harus tetap bayar cicilannya,” ucap mitra ojol Grab, Rian, Kamis (9/4/2020).

Rian yang sehari-harinya beroperasi di wilayah Jakarta Selatan itu meminta perusahaan leasing memahami situasi di lapangan.

"Penghasilan lagi sepi. Ini situasi lagi wabah (pandemi Covid-19). Beda dengan kondisi normal," ucapnya.

Skema relaksasi yang disebut Rian memberatkan itu adalah seperti yang diterapkan salah satu perusahaan leasing (A) yang tertulis pada keterangan resminya.

Dalam Tata Cara Restrukturisasi Dampak Covid-19, disebutkan, saat permohonan restrukturisasi maka perlu melakukan pembayaran sebagian angsuran atau bunga. Nilainya beragam.

Mulai dari Rp 350 ribu per kontrak untuk pembiayaan motor baru dan Rp 250 ribu per kontrak untuk pembiayaan motor bekas. Kemudian Rp 1,5 juta per kontrak untuk pembiayaan mobil baru dan Rp 1,250 juta per kontrak untuk pembiayaan mobil bekas.

Perusahaan leasing menyebutkan bahwa skema ditentukannya itu sesuai dengan kesepakatan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) perihal adanya pembayaran sebagian angsuran selama tenggang waktu tertentu.

"Kalau mau ringankan cicilan kenapa harus DP (uang muka)? Mending kita dapat diskon atau potongan untuk bayar cicilannya," sahut mitra ojol lainnya, Ahmad Satiri.

baca juga

"Mendingan kasih keringanan bunga atau hilangin denda kalau ada keterlambatan," usulnya.

Ahmad menyebut pendapatan sedang sangat sepi. Sebab order jauh berkurang dibandingkan kondisi normal.

"Biasa sampai bonus harian, sekarang nggak bisa. Semoga pemerintah lebih memperhatikan pekerja harian seperti kami lah," harapnya.

Biasanya, kata Ahmad, dirinya bisa membawa pulang Rp 300 ribu sehari ke rumah.

"Sekarang kadang Rp 50 ribu, pernah juga Rp 25 ribu. Drastis turunnya,” kata dia.

Maka mereka berharap perusahaan leasing lebih berperasaan sehingga memberikan keringanan yang signifikan.

"Kan itu juga permintaan Presiden kan. Masa sih kagak mau," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolda Larang Berboncengan, Sopir Ojol Protes: Kami Perlu Makan di Rumah!

Kapolda Larang Berboncengan, Sopir Ojol Protes: Kami Perlu Makan di Rumah!

News | Kamis, 09 April 2020 | 12:54 WIB

Jahat! 11 Ojol Ini Dapat Orderan Fiktif, Total Kerugian Hampir Rp 2 Juta

Jahat! 11 Ojol Ini Dapat Orderan Fiktif, Total Kerugian Hampir Rp 2 Juta

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 10:55 WIB

Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Kisah Pengemudi Ojol Ini Bikin Haru

Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Kisah Pengemudi Ojol Ini Bikin Haru

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 09:50 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

×