Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Akan Gelar Operasi Pasar di Daerah

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 28 April 2020 | 20:30 WIB
Pemerintah Akan Gelar Operasi Pasar di Daerah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menggelar operasi pasar agar stok pangan di daerah tercapai. Pernyataan Airlangga menyusul adanya defisit bahan pangan di sejumlah provinsi.

"Tentunya nanti Bulog dan Kemendag akan melakukan operasi agar stok pangan di daerah bisa tercapai," ujar Airlangga melalui video conference, Selasa (28/4/2020).

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas memberikan arahan untuk memonitor kebutuhan pangan dan ketersediaan beras baik di Bulog, masyarakat, penggilingan dan di daerah-daerah. Nantinya kata Airlangga pemerintah melalui Bulog untuk memasok beras.

"Tentunya bagi provinsi yang terbatas nanti Perum Bulog akan memasok stok tersebut," ucap dia.

Airlangga menuturkan cadangan beras nasional akan mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Hal ini melihat adanya produksi beras di bulan April 2020 melalui panen raya sebesar 5,6 juta ton.

"Sesuai dengan tren yang terjadi di tahun 2018, puncaknya di Maret. Dan di 2019, puncaknya di Maret dan April. Oleh karena itu, cadangan beras secara keseluruhan tersedia," ucap dia.

Ia mengakui ada beberapa daerah yang mengalami cadangan terbatas.

Namun pemerintah kata Airlangga melihat distribusi stok pangan mengalir dengan baik di daerah-daerah lain seperti, beras, jagung, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, daging sapi, minyak goreng dan gula pasir.

"Pemerintah melihat bahwa distribusi dan mengalirkan stok baik itu beras, jagung, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, gula pasir dari daerah-daerah yang stoknya terbatas akan didorong dari daerah yang stoknya agak berlebihan," ucap dia.

Airlangga menambahkan pemerintah juga akan memberikan bantuan beras sebanyak 450 ribu ton kepada daerah-daerah yang mengalami defisit.

"Pemerintah dalam rapat minggu lalu juga akan ada bantuan beras yang disampaikan Perum Bulog sebesar 450.000 ton yang akan diberikan kepada daerah. Bantuan ini akan dikoordinasi oleh Kementerian Sosial," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, dari laporan yang ia terima stok beras mengalami defisit di tujuh provinsi, stok jagung defisit di 11 provinsi. Kemudian stok cabai mengalami defisit yang besar di 23 provinsi, stok cabai rawit defisit di 19 provinsi dan stok bawang merah diperkirakan juga defisit di 1 provinsi.

"Dan stok telur ayam defisit di 22 provinsi. Stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi," ujar Jokowi dalam rapat terbatas.

Tak hanya itu, Kepala Negara itu juga meminta agar pendistribusian dilakukan dengan baik sehingga kebutuhan pokok di daerah yang mengalami defisit bisa disuplai.

"Pastikan distribusinya baik sehingga daerah yang mengalami defisit kebutuhan pokoknya dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

99 Kasus Hoaks Corona, Bercanda Hingga Tak Puas dengan Pemerintah

99 Kasus Hoaks Corona, Bercanda Hingga Tak Puas dengan Pemerintah

News | Selasa, 28 April 2020 | 20:22 WIB

Disangka Sudah Meninggal, Pasien Covid-19 Ini Ternyata Masih Hidup

Disangka Sudah Meninggal, Pasien Covid-19 Ini Ternyata Masih Hidup

News | Selasa, 28 April 2020 | 20:16 WIB

Masih Pandemi Covid-19, Mazda Lanjutkan Gembok Pabrik Hingga Mei

Masih Pandemi Covid-19, Mazda Lanjutkan Gembok Pabrik Hingga Mei

Otomotif | Selasa, 28 April 2020 | 20:30 WIB

Terkini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:23 WIB

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:15 WIB

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:12 WIB

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:47 WIB

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:39 WIB

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:04 WIB

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB