Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

AS-China Lanjutkan Perang Dagang, Harga Emas Makin Berkilau

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 07:51 WIB
AS-China Lanjutkan Perang Dagang, Harga Emas Makin Berkilau
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia kembali naik akibat ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan China terkait wabah virus corona yang menimbulkan kekhawatiran perang dagang baru.

Mengutip Reuters Selasa (5/5/2020) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.705,62 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka Amerika ditutup 0,7 persen lebih tinggi menjadi 1.713,30 dolar AS per ounce.

"Ada pelarian ke tempat yang aman karena ekuitas terlihat melemah, tidak diketahui bagaimana itu akan terjadi," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

"Mungkin akan ada banyak masalah yang muncul selama beberapa bulan ke depan dengan China, dan seluruh dunia karena virus tersebut," tambah Bob.

Pasar saham global jatuh karena kekhawatiran perseteruan AS-China tentang asal-usul wabah tersebut akan memicu perang perdagangan baru.

Senin kemarin, Inggris mengatakan China memiliki pertanyaan untuk menjawab informasi yang dibagikan tentang wabah itu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, ada bukti penyakit tersebut muncul dari laboratorium China, tetapi tidak membantah kesimpulan badan intelijen Amerika bahwa itu bukan buatan manusia.

"Mengingat stabilitas relatif dari kasus Covid-19 global di seluruh dunia dan pembukaan kembali ekonomi secara bertahap, emas membutuhkan dorongan baru untuk reli lebih tinggi," kata OCBC Bank dalam sebuah catatan.

"Perseteruan perdagangan AS-China mungkin terbukti menjadi katalisator, tetapi jika tidak terwujud, kami melihatnya menantang bagi emas untuk reli dari sini," tambah catatan tersebut.

Emas melonjak 12 persen tahun ini di belakang langkah-langkah stimulus besar-besaran yang dikeluarkan bank sentral global untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi tersebut.

Dalam bukti terbaru dampak terhadap ekonomi, sebuah laporan menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang buatan AS turun lebih dari perkiraan pada Maret dan bisa tenggelam lebih jauh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Meulaboh Aceh Dibanderol Rp 2,7 Juta per Mayam

Harga Emas di Meulaboh Aceh Dibanderol Rp 2,7 Juta per Mayam

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2020 | 05:10 WIB

Perang Dagang AS-China Berlanjut, Harga Emas Langsung Naik

Perang Dagang AS-China Berlanjut, Harga Emas Langsung Naik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2020 | 09:31 WIB

Belum Usai Corona, Perang Dagang AS-China Ancam Pelemahan Rupiah

Belum Usai Corona, Perang Dagang AS-China Ancam Pelemahan Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2020 | 09:15 WIB

Terkini

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB