Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Harga Emas Dunia Terus Berkilau Imbas Perang Dagang AS-China

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2020 | 07:19 WIB
Harga Emas Dunia Terus Berkilau Imbas Perang Dagang AS-China
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas melesat ke level tertingginya karena didorong permintaan safe-haven, imbas investor membuang aset berisiko di tengah kekhawatiran atas pelemahan ekonomi jangka panjang dan ketegangan perdagangan AS-China terkini.

Mengutip Reuters, Jumat (15/5/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.727,70 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 1,4 perse menjadi 1.740,90 dolar AS per ounce.

"Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-China terus menuju spiral dan kita mendapati data yang sangat suram dari AS, dan semua itu mendukung (permintaan) safe-haven," kata Edward Moya, analis OANDA.

"Harga emas melonjak selama beberapa pekan terakhir, tetapi tampaknya sekarang kita memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga yang tinggi dalam jangka pendek," tambahnya.

Chairman Federal Reserve, Jerome Powell memperingatkan tentang "periode yang panjang" pertumbuhan ekonomi yang lemah, akan menggunakan kekuatan bank sentral dan menyerukan belanja fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi virus corona.

Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran Amerika mencapai 2,98 juta untuk pekan yang berakhir hingga 9 Mei.

Kendati angka itu turun dari 3,17 juta pada pekan sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, klaim tersebut tetap sangat tinggi.

Pasar saham dunia tumbang untuk hari ketiga berturut-turut karena data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan sinyal bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Emas juga diuntungkan dari ketidakpastian baru terkait hubungan perdagangan China-AS, setelah Presiden Donald Trump mengatakan sangat kecewa terhadap China atas kegagalannya untuk menahan penyebaran virus corona, mengatakan pandemi di seluruh dunia merusak kesepakatan perdagangannya dengan Beijing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Tambah Stimulus, Harga Emas Makin Berkilau

The Fed Tambah Stimulus, Harga Emas Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2020 | 08:18 WIB

Harga Emas Dunia Terdongkrak Kebijakan The Fed

Harga Emas Dunia Terdongkrak Kebijakan The Fed

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2020 | 08:58 WIB

Gelombang Kedua Corona Mengancam, Kilau Emas Memudar

Gelombang Kedua Corona Mengancam, Kilau Emas Memudar

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:58 WIB

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:39 WIB

Kemenkeu Umumkan Lelang Sukuk Negara 21 April 2026, Bidik Pendanaan Rp 12 Triliun

Kemenkeu Umumkan Lelang Sukuk Negara 21 April 2026, Bidik Pendanaan Rp 12 Triliun

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:26 WIB