Bisnis Industri Pengolahan Justru Kinclong di Tengah Pandemi Virus Corona

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 28 Mei 2020 | 20:58 WIB
Bisnis Industri Pengolahan Justru Kinclong di Tengah Pandemi Virus Corona
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/7).

Suara.com - Kinerja ekspor dari industri pengolahan masih mencatatkan nilai positif meskipun di tengah tekanan pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Mengutip data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Kamis (28/5/2020), sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga 42,75 miliar dolar AS atau naik sebesar 7,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sehingga neraca perdagangan untuk industri pengolahan pada periode Januari-April 2020 bisa surplus sebesar 777,34 juta dolar AS.

Dari data tersebut juga terlihat nilai ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020 tercatat mencapai 9,76 miliar dolar AS. Apabila dilihat dari volumenya, ekspor produk industri pengolahan pada bulan keempat tahun ini sebesar 8,49 juta ton atau naik sebesar 2,66 persen dibanding Maret 2020.

Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020, dengan menyentuh nilai 2,35 miliar dolar AS.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada bulan April 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar 1,30 miliar dolar AS atau memberi kontribusi sebesar 55,28 persen.

Sumbangsih lainnya, diikuti oleh sektor industri logam dasar sebesar 2 miliar dolar AS, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 1,06 miliar  dolar AS, serta industri kertas dan barang dari kertas 564 juta dolar AS.

Berikutnya, nilai ekspor industri karet, barang dari karet, dan plastik menembus 501 juta dolar AS, kemudian industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki 463 juta dolar AS industri komputer, barang elektronik, dan optik 417 juta dolar AS, serta industri pakaian jadi 397 juta dolar AS.

China masih menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan dari Indonesia, diikuti oleh Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

baca juga

Apabila dilihat dari pertumbuhan secara tahunan (y-o-y), ekspor ke Singapura naik hingga 25,09 persen, China menanjak sebesar 16,25 persen, dan Korea Selatan melonjak sekitar 5,59 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Beri Izin Operasi untuk Bengkel dan Diler Mobil di tengah PSBB

Kemenperin Beri Izin Operasi untuk Bengkel dan Diler Mobil di tengah PSBB

Otomotif | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:27 WIB

Industri Pengolahan Babak Belur Dihajar Virus Corona

Industri Pengolahan Babak Belur Dihajar Virus Corona

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 17:16 WIB

Bea Cukai Permudah Ekspor Impor Barang Curah di Tengah Pandemi Covid-19

Bea Cukai Permudah Ekspor Impor Barang Curah di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Jum'at, 10 April 2020 | 11:04 WIB

Covid-19, Kemenperin Sebutkan Industri Otomotif Terdampak Besar

Covid-19, Kemenperin Sebutkan Industri Otomotif Terdampak Besar

Otomotif | Rabu, 08 April 2020 | 18:30 WIB

Data BPS: Neraca Perdagangan Kembali Tekor 63,5 Juta Dolar AS

Data BPS: Neraca Perdagangan Kembali Tekor 63,5 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2019 | 12:02 WIB

Terkini

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

×