Jam Kerja Pabrik Setop Saat Wabah Corona, Rp 40 Triliun Upah Pekerja Hilang

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Jam Kerja Pabrik Setop Saat Wabah Corona, Rp 40 Triliun Upah Pekerja Hilang
Sejumlah pekerja berjalan keluar pabrik. [Suara.com/Amin Alamsyah]

Angka Rp 40 triliun tersebut didapat dari jumlah 10 juta tenaga kerja di sektor manufaktur yang sudah kehilangan separuh jam kerjanya sejak pertengahan Maret.

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memperkirakan potensial lost pendapatan pekerja yang berhenti bekerja di pabrik, saat pandemi Virus Corona atau Covid-19 mencapai Rp 40 triliun.

Angka Rp 40 triliun tersebut didapat dari jumlah 10 juta tenaga kerja di sektor manufaktur yang sudah kehilangan separuh jam kerjanya sejak pertengahan Maret tahun ini akibat wabah corona.

"Dari 17 industri manufaktur ada 9,8-10 juta tenaga kerja. Mereka separuh utilitas dari tingkat industri menurun," kata Suharso dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, jika setiap pekerja pabrik melakukan kerja selama 40 jam kerja selama satu minggu, lalu dikalikan 1.000 dan wabah Virus Corona sudah berlangsung hampir 12 minggu, maka didapatkan angka 480 ribu jam.

"Gampangnya kita ambil 400 ribu jam saja dalam 10 minggu. Kali 10 juta (orang pekerja manufaktur), artinya 4 miliar jam kerja. Ini 4 miliar jam kerja hilang," papar dia.

"Kalau 1 jam kerja dibayar dengan 20 ribu saja, itu artinya yang hilang berapa besar? Kira-kira sekitar Rp 80 triliun. Dibagi dua karena sifatnya separuh, jadi Rp 40 triliun. Jadi Rp 40 triliun itu hilang," sebutnya.
 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS