Kemenhub Bakal Terapkan Sistem Zonasi pada Transportasi Darat

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Kamis, 11 Juni 2020 | 20:19 WIB
Kemenhub Bakal Terapkan Sistem Zonasi pada Transportasi Darat
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan sistem zonasi pada transportasi angkutan darat. Kategori tersebut terdiri dari empat zonasi yakni, merah, oranye, kuning dan hijau.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini jika perjalanan dari zona yang berbeda maka harus mengikuti aturan dari zona yang terburuk. Misalnya, jelas dia, dari zona hijau menuju ke zona merah, maka ketentuan yang berlaku adalah dengan zona merah.

"Jika dari zona oranye ke zona hijau pun yang berlaku adalah ketentuan zona oranye," ujar Budi di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Dia mengemukakan, pengertian dan ketentuan zona-zona tersebut, yang pertama zona merah. Zona tersebut dikategorikan sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi, yaitu PSBB penyebaran virus tidak terkendali, transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat, wabah menyebar secara luas dan banyak kluster-kluster baru, masyarakat harus berada di rumah, perjalanan tidak diperbolehkan.

Kemudian, zona oranye miliki risiko sedang, yaitu PSBB risiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali, transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat, kluster-kluster baru mungkin bisa dipantau dan dikontrol melalui testing dan tracing agresif, masyarakat disarankan tetap berada di rumah, physical distancing jika di luar rumah di semua aspek termasuk transportasi publik, perjalanan dengan protokol kesehatan diperbolehkan.

Kemudian, zona kuning miliki risiko ringan, yaitu penyebaran terkendali tetap ada kemungkinan transmisi lokal, transmisi lokal tingkat rumah tangga bisa terjadi, kluster penyebaran terpantau dan tidak bertambah, masyarakat bisa beraktifitas diluar rumah dengan protokol kesehatan, physical distancing jika di luar rumah di semua aspek termasuk transportasi publik, perjalanan dengan protokol kesehatan diperbolehkan.

Terakhir, zona hijau yakni daerah aman, yaitu resiko penyebaran virus ada tetapi tidak ada kasus positif, penyebaran Covid-19 terkontrol, risiko penyebaran tetap ada di tempat-tempat isolasi, perjalanan diperbolehkan, physical distancing, aktivitas bisnis dibuka normal dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Selain itu dalam SE Nomor 11/2020 pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi darat pada masa adaptasi kebiasaan baru akan dilakukan dengan tiga fase yang disebut fase I, fase II, fase III.

Fase I merupakan pembatasan bersyarat, yaitu mulai tanggal 9 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2020. Fase II merupakan masa pemulihan atau penyebaran terkendali, yaitu mulai tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan 31 Juli 2020. Fase III merupakan normal baru yaitu mulai tanggal 1 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2020.

baca juga

Terkait pembatasan jumlah penumpang, sistem zonasi ini berlaku pada angkutan umum seperti angkutan lintas batas negara, angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan antarjemput antarprovinsi, angkutan pariwisata jika berada pada zona merah masih dilarang beroperasi.

Namun pada zona oranye, kuning, dan hijau maka dapat mengangkut dengan kapasitas penumpang 70 persen pada fase I dan II, serta pada fase III dapat beroperasi dengan kapasitas maksimum hingga 85 persen.

"Khusus angkutan karyawan, pada zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengangkut paling banyak 70 persen kapasitas penumpang. Sementara pada zona kuning dan hijau untuk fase I dan II paling banyak 70 persen kapasitas penumpang dan fase III dengan kapasitas maksimum 85 persen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Minta Ada Sekat Penumpang dengan Pengemudi Ojol

Kemenhub Minta Ada Sekat Penumpang dengan Pengemudi Ojol

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2020 | 16:35 WIB

Menhub Minta Pemprov DKI Pastikan Terminal Beroperasi 24 Jam

Menhub Minta Pemprov DKI Pastikan Terminal Beroperasi 24 Jam

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 19:22 WIB

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:46 WIB

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:34 WIB

Siapkan Fasilitas Uji Tabrak, Kemenhub Siap Lakukan Lelang Terbuka

Siapkan Fasilitas Uji Tabrak, Kemenhub Siap Lakukan Lelang Terbuka

Otomotif | Jum'at, 06 Maret 2020 | 09:35 WIB

Menelaah Jalur Zonasi

Menelaah Jalur Zonasi

Your Say | Sabtu, 08 Februari 2020 | 13:38 WIB

Terkini

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Awal Pekan Ini

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Oktober 2026: Makassar Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Oktober 2026: Makassar Berpotensi Hujan

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Koleksi 18 Poin, PSPS Pekanbaru Puncaki Klasemen Sementara Grup A

Koleksi 18 Poin, PSPS Pekanbaru Puncaki Klasemen Sementara Grup A

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:47 WIB

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:30 WIB

×