Saat Pandemi, Kemenhub Pastikan Kiriman Logistik lewat Tol Laut Lancar

Fabiola Febrinastri

Minggu, 21 Juni 2020 | 09:53 WIB
Saat Pandemi, Kemenhub Pastikan Kiriman Logistik lewat Tol Laut Lancar
Ilustrasi kapal tol laut. (Dok : Kemenhub)

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan, arus pengiriman barang dalam Program Tol Laut tetap berjalan lancar dengan protokol new normal. Hal ini dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. Menurutnya, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki program untuk menjamin keberlangsungan logistik ke seluruh wilayah Nusantara.

Di tengah pandemi Covid-19 dan dengan adanya pembatasan transportasi, Kemenhub menyatakan terus berupaya semaksimal mungkin memastikan kelancaran pengiriman logistik, salah satunya dengan mengoptimalkan layanan tol laut.

Program Tol Laut sendiri, yang telah berjalan selama hampir lima tahun menjadi moda transportasi yang diandalkan untuk membuka isolasi dan menekan disparitas harga. Pelaksanaanya tetap berjalan meski di tengah kondisi Pandemi Covid-19, termasuk di masa new normal atau kenormalan baru.

"Tol laut di tengah pandemi ini, diharapkan mampu menjaga berlangsungnya pasokan logistik ke seluruh wilayah Indonesia," kata Budi, Jakarta, Minggu (21/6/2020).

Industri pelayaran memiliki peran penting untuk mendukung program tersebut, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang dihubungkan melalui jalur laut. Pelayaran swasta nasional diharapkan bisa ikut terlibat aktif dalam Program Tol Laut, dengan melayani beberapa trayek yang diselenggarakan Kemenhub.

"Saat ini, kami telah berupaya semaksimal mungkin agar tol laut dapat lebih baik memberikan layanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya bagi saudara-saudara kita di timur Indonesia. Untuk memaksimalkan tol laut dibutuhkan peran semua pihak, agar benar-benar dapat memaksimalkan kapasitas angkut yang ada di dalam kapal, sehingga dapat menurunkan disparitas harga," tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan, untuk mencapai disparitas harga yang proporsional semua aspek harus diperbaiki secara simultan oleh seluruh lembaga terkait. 

"Untuk menyelesaikan masalah disparitas harga, hal yang harus dilakukan diantaranya adalah dengan memperkuat supervisi perdagangan antar pulau, lalu menerapkan digitalisasi, salah satunya dengan National Logistik Ekosistem dan yang terakhir, pengembangan sarana prasarana infrastruktur pelabuhan secara terus menerus mengikuti kebutuhan jumlah dan jenis komoditi," katanya.

Cepat Merespons Permintaan Daerah

baca juga

Pada kesempatan itu, Wisnu juga menjelaskan, Program Tol Laut yang diawasi dan dijalankan mampu merespons cepat permintaan pemerintah daerah (pemda), yang ingin daerahnya disinggahi oleh kapal-kapal tol laut. Hal ini misalnya, merespons permintaan dari Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, yang meminta tambahan rute untuk menjual hasil laut mereka ke Pulau Jawa.

"Beberapa waktu lalu, Bupati Pulau Morotai meminta tambahan singgah rute kapal tol laut ke daerahnya dan ini langsung kita respons. Dari yang sebelumnya satu rute menjadi dua rute. Kami berharap, tambahan rute ini dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat, sebab kita ketahui kalau Pulau Morotai sangat bagus hasil lautnya," katanya.

Tidak hanya itu, Wisnu menambahkan, tol laut juga terus memperbaiki layanannya, dengan mengupdate platform Logistic Communication System (LCS). Hal ini dilakukan untuk mengakomodir Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 53 tahun 2020.

Dalam peraturan tersebut ada jenis muatan/barang yang boleh diangkut, dan untuk mempermudah pengguna jasa, maka layanan LCS dilengkapi dengan pilihan jenis barang yang ingin diangkut.

Program Tol Laut, sejak awal tahun ini juga bekerja sama dengan Satgas Pangan, yang melakukan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melakukan penimbunan, monopoli dan menjual harga barang secara tidak wajar.

Performa kapal kapal tol laut terus ditingkatkan ketepatan waktu roundturn voyage-nya, dengan dipantau melalui tracking system LCS. Proses stuffing kontainer di pelabuhan muat Tanjung Perak dan Tanjung Priok juga diawasi oleh petugas dari otoritas pelabuhan.

"Sampai dengan Mei 2020, load factor muatan berangkat sudah cukup bagus, rata-rata di atas 70 persen, bahkan ada trayek yang mencapai 95 persen," jelas Wisnu.

Ilustrasi kapal tol laut. (Dok : Kemenhub)
Ilustrasi kapal tol laut. (Dok : Kemenhub)

Berikut adalah trayek-trayek dimaksud, yaitu H1 PT. Pelni muatan berangkat tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Makassar-Tahuna-Tanjung Perak.

T6 PT. Djakarta Lloyd muatan berangkat tinggi dengan trayek Bitung - Luwuk - Pagimana - Bunta - Mantangisi - Ampana - Parigi/Tinomba - Tilamuta - Bitung.

T7 PT. Djakarta Lloyd muatan berangkat tinggi dengan trayek Makassar - Selayar - Jampea - Sikeli - Raha - Ereke (Sakkar Ereke) - Makassar.

T8 PT. Djakarta Lloyd muatan berangkat tinggi dengan trayek Makassar - Bungku - Kolonodale - Makassar.

T10 PT. Pelni muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Tidore (Soasio) - Galela - Buli - Maba - Weda - Tanjung Perak.

T11 PT. Tempuran Mas Line muatan berangkat tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Fak Fak - Kaimana - Timika - Agats - Elat - Tanjung Perak.

T15 PT.Pelni muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Makassar - Jailolo - Morotai (Daruba) - Tanjung Perak.

T16 PT. Djakarta Lloyd muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Wanci - Namrole - Namlea - P. Obi - Tanjung Perak.

T17 PT. Tempuran Mas Line muatan berangkat dan Balik tinggi dengan trayek Tanjung Perak - Saumlaki - Dobo - Tanjung Perak.

"Kita terus melakukan perbaikan, peningkatan dan mengoptimalkan pelayanan tol laut. Hal ini kami lakukan agar pengiriman logistik menjadi mudah dan lancar, khusus bagi saudara-saudara kita di Timur Indonesia," tutup Wisnu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin ke Tempat Wisata Saat Pandemi Covid-19? Perhatikan Hal Ini!

Ingin ke Tempat Wisata Saat Pandemi Covid-19? Perhatikan Hal Ini!

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2020 | 09:37 WIB

Peneliti Sambut Baik Ramuan Herbal untuk Lawan Covid-19

Peneliti Sambut Baik Ramuan Herbal untuk Lawan Covid-19

Press Release | Minggu, 21 Juni 2020 | 09:32 WIB

Update Covid-19 Global 21 Juni: Kasus di Brasil Tembus 1 Juta

Update Covid-19 Global 21 Juni: Kasus di Brasil Tembus 1 Juta

Health | Minggu, 21 Juni 2020 | 09:25 WIB

Mikha Tambayong Ogah Lakukan Rapid Test, Ini Alasannya

Mikha Tambayong Ogah Lakukan Rapid Test, Ini Alasannya

Entertainment | Minggu, 21 Juni 2020 | 08:20 WIB

Studi: Orang Asia Selatan Berisiko Lebih Tinggi Kematian Akibat Covid-19

Studi: Orang Asia Selatan Berisiko Lebih Tinggi Kematian Akibat Covid-19

Health | Minggu, 21 Juni 2020 | 07:40 WIB

Syuting di Era New Normal, Ririn Dwi Ariyanti Seperti Dikarantina

Syuting di Era New Normal, Ririn Dwi Ariyanti Seperti Dikarantina

Entertainment | Minggu, 21 Juni 2020 | 08:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×