Studi: Orang Asia Selatan Berisiko Lebih Tinggi Kematian Akibat Covid-19

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 21 Juni 2020 | 07:40 WIB
Studi: Orang Asia Selatan Berisiko Lebih Tinggi Kematian Akibat Covid-19
Warga India Memakai Masker. (Reuters)

Suara.com - Orang Asia Selatan berisiko lebih besar meninggal di rumah sakit karena virus corona dibandingkan etnis lain di RS Inggris.

Dilansir dari Independent, para peneliti mengatakan studi mereka mengungkapkan perbedaan mencolok dalam dampak virus antara orang di rumah sakit dari komunitas etnis kulit putih dan minoritas.

Temuan itu telah diterbitkan secara online tetapi belum ditinjau oleh rekan atau diterbitkan dalam jurnal medis. Para peneliti melihat lebih dari 30.000 pasien di rumah sakit dengan virus corona antara Februari hingga Mei, 40 persen dari total kasus di Inggris, Skotlandia dan Wales pada saat itu.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang berkebangsaan Asia Selatan 19 persen lebih mungkin meninggal dengan virus corona, sedangkan mereka yang berkulit hitam lima persen lebih mungkin meninggal, dan etnis minoritas lainnya tidak memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan orang kulit putih.

Mereka menemukan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit dengan latar belakang Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara sekitarnya rata-rata berusia 60 tahun, 12 tahun lebih muda dari orang kulit putih.

Selain itu, orang dengan keturunan Asia Selatan kebanyakan memiliki lebih sedikit kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti demensia, penyakit jantung, hingga obesitas dibandingkan dengan pasien kulit putih.

Tim peneliti mengatakan mereka tidak dapat menjelaskan mengapa orang Asia Selatan lebih mungkin meninggal selain kaitannya dengan diabetes yang merupakan seperlima dari peningkatan risiko kematian.

Di antara faktor-faktor yang perlu diselidiki adalah peningkatan kemungkinan mereka bekerja dalam pekerjaan tatap muka serta hubungan dengan gen mereka.

Para peneliti mengatakan temuan itu memiliki implikasi yang jelas untuk keputusan yang terkait dengan perisai, mengurangi kuncian, memprioritaskan perawatan dan distribusi vaksin potensial jika tersedia.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

"Populasi Asia Selatan di rumah sakit terlihat sangat berbeda dengan populasi kulit putih," kata Profesor Ewen Harrison, salah satu penulis penelitian pada BBC.

Para peneliti dari sekelompok universitas dan badan kesehatan masyarakat juga menemukan bahwa orang-orang dari etnis minoritas di rumah sakit dengan Covid-19 lebih cenderung dirawat di perawatan intensif daripada orang kulit putih.

Para peneliti mengatakan etnisitas harus diperhitungkan ketika memutuskan bagaimana memprioritaskan perawatan pencegahan dan vaksinasi di masa depan.

"Selain itu, orang-orang Asia Selatan kebanyakan memiliki pekerjaan utama di garis depan dan orang-orang yang melibatkan kontak dengan publik, sebuah faktor yang harus diperhitungkan oleh pihak berwenang ketika menyusun pedoman dan kebijakan," kata para peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

23 Hari Rapid Test di Surabaya, BIN Catat 1.702 Orang Positif Corona

23 Hari Rapid Test di Surabaya, BIN Catat 1.702 Orang Positif Corona

Jatim | Minggu, 21 Juni 2020 | 06:47 WIB

Positif Covid-19, Warga Negara Inggris Gagal Mudik dari Kota Batam

Positif Covid-19, Warga Negara Inggris Gagal Mudik dari Kota Batam

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 03:05 WIB

Deteksi Penularan Covid-19 Baru, China Lakukan Tes Swab pada Kurir Paket

Deteksi Penularan Covid-19 Baru, China Lakukan Tes Swab pada Kurir Paket

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 06:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB