Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Punya Tujuan Sama, Kemenkop Sarankan UMKM Gabung Dapur Bersama GoFood

Iwan Supriyatna

Selasa, 30 Juni 2020 | 12:33 WIB
Punya Tujuan Sama, Kemenkop Sarankan UMKM Gabung Dapur Bersama GoFood
Menkop UKM Teten Masduki. [Suara.com/Ahmad Fauzi]

Suara.com - Misi Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM untuk menciptakan UMKM lebih efisien dan berdaya saing tinggi terbantu kehadiran dapur bersama GoFood. Menciptakan kolaborasi yang sehat dan menepis anggapan negatif sebelumnya.

"Dengan dapur bersama, UMKM saya kira bisa gabung di situ. Sehingga, produk UMKM bisa setara Garuda Food, Indofood, karena kan dapurnya sudah modern, produksinya sudah baik, dan seterusnya,” kata Menkop UKM Teten Masduki dalam acara dialog digital "Resep UMKM Bangkit Bersama GoFood” dan juga dihadiri Chef Arnold Poernomo, Selasa (30/6/2020).

Teten mengatakan, membuat UMKM yang ibaratnya “kaki lima” menjadi setara “bintang lima” seperti dilakukan Dapur Bersama GoFood adalah sejalan dengan upaya Kemenkop.

"Dengan begini saya kira bisa membuat pelaku kuliner UMKM di Indonesia bisa aman dan nyaman. Kemarin kan sempat ada gosip tuh tentang ini dan ternyata tidak benar,” tegasnya.

Melihat konsep Dapur Bersama GoFood, Teten menilai pelaku kuliner UMKM di Indonesia justru bisa lebih baik.

"Sekarang setelah Covid-19 kan produk harus dibuat dengan pertimbangkan banyak aspek lagi seperi higienitas produksi dan kemasan, dan seterusnya. Saya kira UMKM akan lebih efisien kerjasama dengan GoFood,” imbuhnya.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, saat ini sudah terdapat 27 Dapur Bersama GoFood sejak diluncurkan November 2019. Tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Medan.

"Konsepnya itu kita ingin memberikan akses kepada teman-teman UMKM. Ternyata enak ni punya dapur yang khusus untuk delivery. Kita pilihkan lokasi, di mana ada demand masih bagus,” ungkapnya.

Saat merchant UMKM bergabung, belanja modal alias investasi awal ditanggung oleh GoFood.

baca juga

"Peralatan umum sudah kita sediakan tapi tentu kalau ada alat khusus mereka bawa sendiri. Istilahnya, listed di GoFood, langsung jualan. Sistemnya revenue sharing seperti biasa,” jelas Catherine.

Catherine juga menyebut, skema revenue sharing supaya mitra UMKM rendah risiko (low risk).

"Tidak ada fix cost. Mudah-mudahan ini begitu pandemi lebih tenang, kita akan pacu lagi untuk membuka Dapur Bersama lebih pesat lagi,” terangnya.

Catherine menambahkan, di Dapur Bersama, ruang masak antara satu merchant dengan merchant lain disekat.

"Different merchant bakal ada dapurnya masing-masing," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teten Masduki Apresiasi GoFood Bantu UMKM Tumbuh di Tengah Pandemi

Teten Masduki Apresiasi GoFood Bantu UMKM Tumbuh di Tengah Pandemi

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2020 | 07:18 WIB

Gojek Klaim Transasksi di Gofood Naik 20 Persen selama Pandemi Covid-19

Gojek Klaim Transasksi di Gofood Naik 20 Persen selama Pandemi Covid-19

Tekno | Senin, 29 Juni 2020 | 21:04 WIB

Penempatan Uang Negara di Perbankan Penting untuk Percepat Geliat Usaha

Penempatan Uang Negara di Perbankan Penting untuk Percepat Geliat Usaha

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 20:01 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB