Masuki Semester II Tahun 2020, BPJS Kesehatan Tuntas Bayar Seluruh Klaim RS

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 01 Juli 2020 | 17:19 WIB
Masuki Semester II Tahun 2020, BPJS Kesehatan Tuntas Bayar Seluruh Klaim RS
Vina Musfarokah, salah seorang peserta BPJS Kesehatan. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Mengawali bulan Juli 2020, BPJS Kesehatan menerima iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah sebesar Rp 4,05 triliun.

Dengan diterimanya iuran tersebut, BPJS Kesehatan memastikan per hari ini tidak ada klaim rumah sakit yang sudah jatuh tempo dan belum dibayar.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, penerimaan iuran PBI APBN di muka ini menunjukkan dukungan dan komitmen pemerintah untuk membantu likuiditas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan sekaligus menjaga likuiditas rumah sakit di tengah pandemi Covid-19.

“Posisi hutang klaim BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020 adalah Rp 3,70 triliun. Begitu iuran PBI APBN ini kami terima, langsung kami distribusikan untuk melunasi tagihan klaim seluruh rumah sakit. Jadi tidak ada lagi utang jatuh tempo bagi rumah sakit yang sudah mengajukan klaim dan lolos verifikasi. Untuk pembayarannya tetap menggunakan mekanisme first in first out,” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Iqbal mengatakan, selanjutnya BPJS Kesehatan akan memanfaatkan dana iuran PBI APBN tersebut dan ditambah dengan penerimaan iuran lainnya untuk menjaga agar pembayaran klaim dapat dilakukan tepat waktu sesuai dana yang tersedia.

"Kami ucapkan terima kasih Kementerian Keuangan yang telah membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan pembayaran klaim rumah sakit berjalan lancar,"  ucap Iqbal.

Di sisi lain, Iqbal menyebut bahwa melalui penyesuaian iuran, pemerintah berkomitmen memastikan kesinambungan Program JKN-KIS dan memperbaiki layanannya.

Sesuai amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, per1 Juli 2020 iuran JKN-KIS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas 1, Rp 100.000 untuk kelas 2, dan Rp 42.000 untuk kelas 3. Namun khusus kelas 3, di tahun 2020 ini, peserta hanya membayar sebesar Rp 25.500,-, sisanya sebesar 16.500,- dibiayai oleh pemerintah.

“Dengan berlakunya nominal iuran yang baru, diharapkan akar masalah defisit BPJS Kesehatan bisa mulai terurai. Di sisi lain, kami tetap butuh dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS yang sehat,” ujar Iqbal.

baca juga

Sampai dengan Mei 2020, kolektabilitas iuran PBPU yang semula berkisar di angka 60 persen naik menjadi 73,68 persen.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran dan kemauan peserta JKN-KIS untuk membayar iuran semakin meningkat. Iqbal pun mengingatkan bahwa untuk menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS, bukan hanya pemerintah saja yang berkontribusi melainkan masyarakat juga harus ambil bagian.

Dari 220,6 juta peserta JKN-KIS, sekitar 60 persen peserta dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD. Selain itu, juga ada iuran untuk aparatur sipil negara maupun TNI dan Polri.

Hingga 2018 pemerintah telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun. Di tahun 2019 saja, total biaya yang dibayar pemerintah untuk segmen PBI APBN sebesar Rp 48,71 triliun. Sementara untuk tahun 2020, pemerintah akan membayari segmen PBI APBN sebesar Rp 48,74 triliun. Belum lagi untuk segmen PBI APBD.

“Masyarakat kami harapkan dapat ikut turun tangan menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS. Dimulai dari hal yang sederhana saja, misalnya mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS selagi sehat, membayar iuran JKN-KIS secara rutin, tepat waktu, dan tidak menunggak, serta menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih,” pesan Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes Iuran BPJS Naik, Rektor UIC: Bayar Mahal atau Murah Sama-sama Antre

Protes Iuran BPJS Naik, Rektor UIC: Bayar Mahal atau Murah Sama-sama Antre

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 13:56 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kelas 1 Rp 150.000

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kelas 1 Rp 150.000

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2020 | 10:00 WIB

Sesuai Peraturan Presiden, Mulai Besok Iuran BPJS Kesehatan Naik

Sesuai Peraturan Presiden, Mulai Besok Iuran BPJS Kesehatan Naik

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2020 | 17:32 WIB

Vina Musfarokah: JKN-KIS telah Beri Perlindungan bagi Saya dan Keluarga

Vina Musfarokah: JKN-KIS telah Beri Perlindungan bagi Saya dan Keluarga

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 12:33 WIB

Ferlys Percayakan JKN-KIS untuk Pengobatan Anaknya

Ferlys Percayakan JKN-KIS untuk Pengobatan Anaknya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 12:25 WIB

BPJS Kesehatan dan YLKI Optimalkan Penanganan Aduan Peserta JKN-KIS

BPJS Kesehatan dan YLKI Optimalkan Penanganan Aduan Peserta JKN-KIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 15:54 WIB

Terkini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:40 WIB

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:39 WIB

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:37 WIB

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:34 WIB

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:31 WIB

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:30 WIB

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:24 WIB

Geger Bentrok Berdarah di Pidie Aceh, Yusril Persilakan Komnas HAM Selidiki

Geger Bentrok Berdarah di Pidie Aceh, Yusril Persilakan Komnas HAM Selidiki

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:23 WIB

Maraknya Demonstrasi Mahasiswa Hari Ini dan Kenangan Masa Lalu Saya

Maraknya Demonstrasi Mahasiswa Hari Ini dan Kenangan Masa Lalu Saya

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 19:20 WIB

Sistem Portal Ekspor SDA Milik DSI Mulai Diuji Coba, Begini Mekanismenya

Sistem Portal Ekspor SDA Milik DSI Mulai Diuji Coba, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:19 WIB

×