Ada Kabar Gembira dari Vaksin Corona, Rupiah Diprediksi Kembali Perkasa

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Ada Kabar Gembira dari Vaksin Corona, Rupiah Diprediksi Kembali Perkasa
Ilustrasi uang dolar AS dan rupiah.

Nilai tukar rupiah pada Selasa ini bisa berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS.

Suara.com - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Selasa ini bisa berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pagi ini aset berisiko di pasar keuangan terlihat menguat seperti indeks saham Asia, mata uang utama dunia dan emerging markets.

Kemudian, kata Ariston, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat naik kembali ke area 0,61 persen, setelah sebelumnya bergerak di bawah 0,60 persen, yang mengindikasikan pasar kembali masuk ke aset berisiko.

Ia menjelaskan, penguatan aset berisiko ini didukung oleh faktor rencana stimulus fiskal AS senilai 1 triliun dolar AS untuk membantu perekonomian AS yang tertekan karena pandemi.

Selain itu, tambah Ariston, laporan kemajuan vaksin Moderna dan Pfizer yang diperkirakan bisa digunakan di akhir tahun juga menjadi pendorong penguatan aset berisiko termasuk rupiah.

"Potensi penguatan rupiah hari ini di kisaran Rp 14.450 -Rp 14.600" ujar Ariston dalam riset hariannya, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Senin kemarin (27/7/2020) berada di level Rp 14.535 per dolar AS.

Level itu menguat bila dibandingkan pergerakan Jumat pekan sebelumnya yang berada di level Rp 14.610 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Senin kemarin berada di level Rp 14.605 per dolar AS.

Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Jumat pekan sebelumnya yang berada di level Rp 14.614 per dolar AS.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS