Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

5 Hal Wajib Dilakukan Jika Terjadi Resesi, Investasi sampai Dana Darurat!

Dany Garjito, Hani

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
5 Hal Wajib Dilakukan Jika Terjadi Resesi, Investasi sampai Dana Darurat!
Ilustrasi keuangan

Suara.com - Kabar tak mengenakkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis angka pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada triwulan II yang minus 5,32 persen pada Rabu (5/8/2020) siang.

Atas kabar tersebut, Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan, hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Indonesia untuk masuk ke jurang resesi ekonomi.

"Indonesia, sebagaimana negara lain, diperkirakan akan mengalami resesi," kata Piter kepada Suara.com, Rabu (5/8/2020).

Menyadur dari laman Forbes, arti dari resesi adalah sebuah penurunan signifikan yang terjadi di dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bisa mencapai bertahun-tahun. 

Resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami produk domestik bruto (PDB) negatif, meningkatnya jumlah pengangguran, menurunnya jumlah penjualan ritel, kontraksi ukuran pendapatan dan manufaktur dalam periode waktu yang panjang.

Resesi dianggap sebagai bagian yang tak terhindarkan dari siklus ekonomi dan bisnis suatu negara.

Lantas bagaimana cara menghadapi resesi dan apa yang harus dilakukan jika terjadi resesi ekonomi? Berikut Suara.com rangkum menyadur dari Forbes.

Sebelum menuju hal-hal yang perlu dipersiapkan, perlu diketahui bahwa ada beberapa hal yang perlu diingat saat terjadi resesi. Pertama, jangan membuang waktu dengan memikirkan rasa takut. Sebaiknya pikirkan jalan keluar agar tetap stabil secara finansial. Hal yang kedua, pastikan untuk memiliki rencana keuangan pribadi dan tetap mematuhinya. 

Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Resesi

  1. Lunasi hutang
    Segera lunasi semua hutang apabila memungkinkan. Apabila tidak bisa semua, lunasi sebanyak yang Anda bisa. Utang tersebut di antaranya berupa kartu kredit, pinjaman, hutang medis atau jenis pembiayaan lainnya. Tanggungan utang bisa memperburuk kondisi keuangan saat resesi ataupun saat kehilangan pekerjaan dan nilai investasi yang turun.
  2. Persiapkan dana darurat, uang tunai sangat penting
    Dana darurat berbentuk uang tunai penting dipersiapkan guna mencegah masalah keuangan yang kecil berubah menjadi besar. Pentingnya dana darurat akan terasa apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan dan membutuhkan pembayaran yang tidak sedikit. Mulai jual barang yang sudah tidak digunakan, berhenti membeli barang yang tidak dibutuhkan, dan berhenti berlangganan layanan yang tidak digunakan. Alihkan uang tersebut ke dana darurat Anda.
  3. Mulai berinvestasi
    Investasi merupakan tabungan jangka panjang. Hal ini perlu dilakukan karena sama pentingnya dengan dana darurat. Apabila dana darurat sudah tidak bisa menutupi kekurangan keuangan, tabungan investasi bisa digunakan. Alih-alih menjual barang-barang saat membutuhkan biaya, baiknya mulai alihkan uang tunai Anda untuk berinvestasi dan menabung dana darurat.
  4. Membangun aset intelektual
    Aset ini sangat berguna saat terjadi resesi. Saat Anda memiliki kemampuan yang lebih, baik di bidang yang sedang digeluti saat ini atau yang berbeda, akan sangat menguntungkan diri sendiri kelak. Kemampuan lebih ini bisa didapatkan dari mengikuti kursus, pelatihan atau seminar.
  5. Buat bisnis sampingan
    Bisnis sampingan baik online maupun offline bisa membantu Anda untuk mendapat penghasilan tambahan. Saat kehilangan pekerjaan tetap, Anda masih mempunyai pemasukan dari bisnis sampingan tersebut. Kelebihan lainnya, apabila harus menganggur, Anda masih memiliki tabungan tambahan dari bisnis sampingan.

Jadi, jangan membuang waktu untuk merasa takut dengan resesi yang terjadi. Gunakan waktu untuk mencari kemampuan tambahan, mempersiapkan kondisi keuangan yang baik, dan mempersiapkan langkah yang akan diambil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terancam Resesi, Tapi Masih Ada 14 Perusahaan yang Siap IPO

Terancam Resesi, Tapi Masih Ada 14 Perusahaan yang Siap IPO

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:57 WIB

Situasi Ekonomi Menurun, Fadli Zon: Pemerintah Lamban dan Salah Resep

Situasi Ekonomi Menurun, Fadli Zon: Pemerintah Lamban dan Salah Resep

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:34 WIB

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Sandiaga Uno Sebut Pasar Modal dan UMKM Bisa Selamatkan RI dari Resesi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?

Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:30 WIB

Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:08 WIB

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:00 WIB

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:46 WIB

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:23 WIB

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB