Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kejagung Diminta Lebih Agresif Sita Aset Terdakwa Jiwasraya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 15:50 WIB
Kejagung Diminta Lebih Agresif Sita Aset Terdakwa Jiwasraya
Logo Jiwasraya

Suara.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendukung jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk lebih agresif lagi melakukan penyitaan aset dari tangan terdakwa dugaan korupsi Jiwasraya guna menutupi nilai kerugian yang terjadi.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman memperkirakan, kerugian Jiwasraya akibat gorengan saham dan produk JS Saving Plan menembus angka Rp 25 triliun, sehinggga total nilai aset terdakwa yang disita sampai saat ini Rp 18,4 triliun dinilai tidak akan mampu menutupi kerugian yang terjadi.

"Saya pikir minimal nilai sitaan di angka Rp 25 triliun, karena angka kerugian Rp 16 triliun itu dengan perhitungan sampai tahun 2019. Padahal bayar Saving Plan yang paling gede itu di tahun 2020, 2021, dan 2022. Jadi kalau semua proses restrukturisasi jalan, selesai 2022 maka angka kerugiannya diperkiraan minimal Rp 25 triliun," kata Boyamin dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020).

Sesuai hukum yang berlaku, Boyamin menilai terdakwa Jiwasraya juga patut untuk dimiskinkan guna mencukupi nilai penganti dari kerugian yang ditimbulkan.

"Ada sandaran hukumnya, kaitannya dengan uang pengganti, kalau kerugian Rp 25 triliun ternyata yang dapat sekarang hanya Rp 18,4 triliun, maka kekurangan itu ditutupi dari merampas hartanya," jelas Boyamin.

Kemudian Boyamin juga mengungkapkan, dirinya telah melaporkan kepada Kejagung mengenai adanya tambang Nikel di Sulawesi yang disinyalir dimiliki oleh terdakwa, Boyamin berharap agar Kejagung menelusuri aset tersebut dan melakukan penyitaan jika ditemukan indikasi keterkaitan dengan terdakwa.

"Saya sudah melaporkan adanya tambang Nikel di Sulawesi yang diduga ada hubungannya dengan kasus ini, saya laporkan agar turut disita. Ada tiga perusahaan yang saya masukkan list agar ditelusuri Kejagung," imbuhnya.

Selain itu, Boyamin juga menyinggung Cafe bernuasa motor gede (moge) di kawasan Gandaria Utara bernama Panhead yang juga disinyalir milik terdakwa.

Berangkat dari fakta ini, ia pun meminta Kejagung mendalami dan menyita aset yang nilainya ditaksir mencapai ratusan miliar tersebut.

"Pokoknya semua yang terkait mesti disita Kejagung untuk menutupi kerugian negara," tukasnya.

Asal tahu saja, Panhead Cafe beralamat di Jalan Radio Dalam Raya No.17 Gandaria Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari Pondok Indah Mall.

Panhead Cafe tercatat dengan bendera PT Panhead Dapurkuliner Prima (PDP). Berdasarkan data Direktorat Jenderal AHU Kementerian Hukum dan HAM, saham PDP dimiliki oleh Christian (direktur) sebanyak 10 persen dan PT Garuda Megah Prima (GMP) sejumlah 90 persen.

Menelisik lebih jauh, ternyata pemegang saham GMP terdiri dari tiga pihak. Mereka adalah Christian (direktur) yang mengapit 10 persen saham, dan Hary Prasetyo (komisaris) sebanyak 45 persen dan Hendrisman Rahim (komisaris utama) sebesar 45 persen saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengembalian Dana Jiwasraya Bisa Jadi Bumerang Buat Pasar Modal

Pengembalian Dana Jiwasraya Bisa Jadi Bumerang Buat Pasar Modal

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:09 WIB

Ada MINI Cooper Tabrak Gedung Kejagung, Ini Ragam Produknya di Indonesia

Ada MINI Cooper Tabrak Gedung Kejagung, Ini Ragam Produknya di Indonesia

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:18 WIB

Penampakan Lokasi Kecelakaan Mini Cooper yang Tabrak Pagar Gedung Kejagung

Penampakan Lokasi Kecelakaan Mini Cooper yang Tabrak Pagar Gedung Kejagung

Video | Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:13 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB