Data Lapangan Kerja AS Membaik, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 September 2020 | 07:41 WIB
Data Lapangan Kerja AS Membaik, Harga Emas Dunia Berangsur Turun
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia berakhir flat pada perdagangan akhir pekan lalu, seiring data lapangan kerja AS yang berbalik lebih baik dari estimasi dan mendorong penguatan dolar AS.

Sementara itu emas batangan melemah 2 persen secara mingguan.

Mengutip CNBC, Senin (7/9/2020) posisi harga emas spot tergerus lalu flat ke harga 1.930 dolar AS per ounce. Sementara harga emas pasar futures melemah 3,50 dolar AS ke posisi 1.934 dolar AS per ounce.

"Emas berkorelasi dengan penguatan dolar AS khususnya dalam beberapa pekan lalu dan emas batangan ditekan greenback menyusul rilis data yang solid khususnya persentase pengangguran di USA," kata Tai Wong, Analis pada BMO.

Indeks dolar AS naik 0,5 persen menempatkan ke posisi mingguan terbaik sejak awal April dan membuat harga logam berharga mahal bagi mata uang asing.

Data menunjukkan nonfarm payrolls naik sebanyak 1,371 juta lapangan kerja di periode Agustus. Angka pengangguran turun jadi 8,4 persen dari sebelumnya 10,2 persen di periode Juli.

"Tetapi data ini tidak mengubah posisi the Fed dalam hal stimulus dipompa ke perekonomian dan menempatkannya pada toleran terhadap tingkat inflasi sehingga mendukung harga emas dalam jangka panjang," kata Michael Matousek, analis pada Global Investor.

Data manufaktur AS yang melesat tinggi di bulan Agustus, Institute for Supply Management (ISM) kemarin melaporkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur melesat menjadi 56 dari bulan Juli 54,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawah 50 berarti kontraksi, sementara di di atasnya berarti ekspansi.

baca juga

PMI manufaktur bulan Agustus tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 2019.

Selain data manufaktur, pasar tenaga kerja AS juga membaik. Departemen Tenaga Kerja AS Jumat lalu melaporkan sepanjang bulan Agustus perekonomian AS mampu menyerap 1,371 juta tenaga kerja, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen dari sebelumnya 10,2 persen. Rata-rata upah per jam juga naik 0,4 persen.

Ekspansi sektor manufaktur yang meningkat dan membaiknya pasar tenaga kerja memunculkan harapan perekonomian AS bisa segera bangkit dari kemerosotan tajam.

Saat perekonomian bangkit, permintaan minyak mentah juga akan meningkat, tetapi para analis menilai peningkatan permintaan tersebut masih belum mampu menyerap kelebihan supply, sebab perekonomian AS masih jauh dari level sebelum diserang virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 04 September 2020 | 09:38 WIB

Angka Pengangguran di AS Turun, Harga Emas Dunia Anjlok

Angka Pengangguran di AS Turun, Harga Emas Dunia Anjlok

Bisnis | Jum'at, 04 September 2020 | 07:34 WIB

Harga Emas Antam Kamis 3 September 2020 Rp 1.024.000 per Gram

Harga Emas Antam Kamis 3 September 2020 Rp 1.024.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 09:56 WIB

Terkini

Ketika Rumah Satwa Hilang, yang Punah Bukan Hanya Hewannya

Ketika Rumah Satwa Hilang, yang Punah Bukan Hanya Hewannya

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:30 WIB

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:26 WIB

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Bri | Kamis, 03 September 2026 | 16:25 WIB

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Health | Kamis, 03 September 2026 | 16:21 WIB

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:17 WIB

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

The Runner: Gal Gadot Ngebut Lari, Filmnya Gagal Bikin Penonton Ikut Tegang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

Deputi Menteri Kesehatan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Korupsi Alkes Mewah

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:06 WIB

×