Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol

Vania Rossa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:29 WIB
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Rabu (15/7/2026). [Cornelius Juan]
baca 10 detik
  • Amnesty International Indonesia menyoroti belum tuntasnya berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang diduga melibatkan oknum aparat pemerintah.
  • Usman Hamid meragukan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengusut aktor intelektual di balik dugaan kejahatan kemanusiaan tersebut.
  • Kehadiran Kementerian HAM dinilai belum memberikan dampak nyata dalam penyelesaian kasus dan sekadar menjadi instrumen citra pemerintah.

Suara.com - Amnesty International Indonesia menyoroti mandeknya penyelesaian berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang hingga kini belum menemukan kejelasan. Sejumlah perkara yang diduga melibatkan tokoh militer, kepolisian, maupun pemerintahan dinilai masih jauh dari penyelesaian.

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai pemerintah hingga kini belum menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk mengusut tuntas kasus-kasus tersebut.

Ia bahkan meragukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu mengungkap aktor intelektual di balik berbagai dugaan kejahatan kemanusiaan.

"Apakah kepemimpinan politiknya (Prabowo) memang memperlihatkan kemauan untuk menyelesaikan? Tampaknya tidak," kata Usman kepada Suara.com, Kamis (16/7/2026).

Menurut Usman, gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya kental dengan nuansa militeristik juga tidak menunjukkan adanya upaya serius untuk memulihkan rasa keadilan bagi para korban pelanggaran HAM.

Di sisi lain, ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah yang terkesan populis justru berdampak pada meningkatnya perampasan hak kelompok masyarakat marginal.

Usman juga menyoroti keberadaan Kementerian Hak Asasi Manusia yang dibentuk pada pemerintahan saat ini. Meski telah ada kementerian khusus yang menangani isu HAM, ia menilai kehadirannya belum memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM berat.

"Bagi saya, pembentukan Kementerian HAM belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam penyelesaian kasus-kasus HAM berat," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kementerian tersebut lebih terlihat sebagai upaya membangun citra pemerintah ketimbang menjadi instrumen penyelesaian kasus.

baca juga

Di akhir pernyataannya, Usman mengajak masyarakat sipil untuk terus memberikan tekanan kepada pemerintah agar penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat tidak berhenti di tengah jalan.

"Dalam banyak pengalaman di dunia, keadilan atas pelanggaran HAM berat itu tegak ketika ada tekanan masyarakat yang sangat luas. Sekarang tekanannya sudah ada, tapi mungkin belum cukup kuat," tuturnya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB

Terkini

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×